BOGOR TODAY – Semenjak adanya Covid-19 di Kota Bogor, Pemerintah melalui Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor membuat kebijakan sistem jual beli antara pedagang pasar dengan pembeli secara online.
Namun, sistem jual beli online tersebut saat ini alami penurunan dan hal itu diakui Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor, Muzakkir. Ia mengatakan, di awal adanya covid itu jual beli secara online memang naik cukup signifikan. Kenaikannya berada di angka 20 persen.
“Awal adanya covid itu kan pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah dan berdasarkan data yang kami punya waktu itu jual beli secara online naik signifikan hampir 20 persen. Tapi setelah itu sekarang turun diangka 8 sampai 10 persen,” kata Muzakkir kepada wartawan saat menerima bantuan face shiel di Pasar Sukasari, Selasa (7/7/2020).
Kendati demikian, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meresmikan aplikasi online, yakni aplikasi Kujang Fres. “Dulunya masih semi online ya, tapi dalam seminggu dua minggu kedepan kita akan resmikan itu, jadi aplikasi ini sudah benar-benar online dan bisa digunakan di seluruh masyarakat yang ada di Kota Bogor,” ujarnya.
Di sisi lain, Perumda PPJ Kota Bogor sebagai pengelola pasar maka pihaknya akan memberikan edukasi-edukasi ke pedagang tentang bagaimana mereka bisa berjualan dengan baik dan juga bisa menjaga kebersihan, sehingga nantinya berdampak pada pengunjung yang terus berdatangan ke dalam pasar dan pasar pun lebih ramai.
Selain itu, pihaknya mengaku di Kota Bogor sudah ada 3 pasar yang dipasang plastik pelindung didepannya. Tujuannya, supaya ada pembatas antara pedagang dengan pembeli.
“Jadi yang kami berikan adalah bagaimana masyarakat bisa masuk kedalam pasar untuk berbelanja. Jadi bertransaksi bisa lebih banyak dan pedagang ini ke angkat ekonominya,” tandasnya
. (Heri)
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================