BOGOR TODAY – Pemkot Bogor berencana tidak akan memperpanjang atau memperluas TPAS di Galuga, bahkan Pemkot Bogor akan bekerjasama dengan Pemkab Bogor dalam membangun semacam zona inkubator bisnis pengelolaan sampah.
“Jadi perusahaan yang ingin membutuhkan sampah tidak perlu bikin area diluar TPS karena nanti izin lagi, kalau di Galuga tentu sifatnya terintegrasi dan nanti kita bisa bikinkan satu zona kawasan yang sudah termasuk meliputi izin AMDAL”, kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rahim kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).
Menurutnya, sistem yang terintegrasi diharapkan dapat mengkonsumsi sampah yang setiap hari datang bukan hanya ditumpuk dan diolah tetapi betul termanfaatkan yang selama ini belum terkoordinasi dengan baik.
“Jadi mudah-mudahan kedepan dengan kerjasama Kabupaten dan Kota cita-cita bersama, jika nanti kalau ada zona inkubator pengolahan sampah maka yang namanya retribusi masuknya ke Kabupaten, tenaga kerjanya juga yang menyerap kabupaten, kemudian manfaat listrtiknya jika bisa di salurkan ke wilayah juga akan memanfaatkan, tentu yang paling dekat dengan lokasi zona inkubator,” tambahnya.
Kemudian Dedie menyampaikan, pemanfaatan terbesar adalah Kabupaten, kalau Kota tentu punya kewajiban sosial, karena sampahnya dikirim ke wilayah Kabupaten tentu harus menerima manfaat.
“Mangkanya kalau kita bisa bangun, nanti ada zona inkubator bisnis pengolahan sampah. Maka persoalan lain akan lebih bisa dipecahkan dan masyarakat bisa bekerja disini”, pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menambahkan, kalau memang ada pengusaha pihak ketiga yang ingin bekerjasama dengan Pemkot dan Pemkab Bogor, tak perlu mencari yang lain.
“Tidak usah cari yang lain disini saja, karenkan lahannya cukup luas jadi disini kan pendamping kalau mau dikelola secara profesional dan moderen tinggal tempatnya saja ditata,” ucapnya.
Bagi dirinya, kebutuhan bersama Kota dan Kabupaten sudah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan juga ada kepentingan.
“Makanya kami kesini bareng-bareng perhatikan masyarakat bawah apa yang dirugikan, ternyata ada yg mendukung ada juga yang tidak. lambat laun lain kita harus meminimalisir baunya itu mangkanya beliau membuat tempat-tempat moderen seperti ini,” tutup Iwan. (Adit)Bagi Halaman