Di Bogor tentara Inggris mencoba merebut Istana yang waktu itu dijaga ketat oleh pemuda-pemuda Bogor. Mereka berhasil memasuki Istana Bogor dan memukul mundur para penjuang. Tepat pada 6 Desember 1945 rakyat Bogor melakukan pemberontakan. Dengan senjata seadanya seperti bambu runcing, golok, pedang mereka menyerang markas-markas yang dihuni tentara Inggris. Kontak senjata pecah. Pasukan Inggris dan para pejuang saling serang. Kapten Muslihat keluar dari tempat persembunyiannya untuk melakukan penyerangan terbuka. Dia menembaki para penjajah dan sebagian tentara Inggris tumbang. Dalam baku tembak itu, akhirnya dua timah panas tentara Inggris membuat perjuangan Kapten Muslihat berakhir. Sang Kapten gugur di medan perang diusianya yang masih muda, yakni 19 tahun meninggalkan istri yang tengah mengandung. Timah panas kedua kembali menembus pinggang membuat Kapten Muslihat tumbang. Darah bercucuran dan mengalir membuat kaos putih yang dikenakan berubah menjadi merah. Sehingga jasa dan perjuangannya diabadikan menjadi nama Jalan utama di Bogor yakni Jalan Kapten Muslihat di dekat Taman Topi dan dibuat patung khusus yang menggambarkan heroiknya Sang Kapten saat berjuang. Patung itu terletak di Plaza Taman Topi dekat Stasiun Bogor. (Bambang Supriyadi)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Kandang Ayam Broiler Dua Lantai di Caringin Bogor Ludes Terbakar

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================