BOGOR TODAY – Kontestasi pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bogor yang akan di selenggarakan melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke 10 pada 29 Agustus 2020 mendatang, nampaknya akan berlangsung sengit. Betapa tidak, kursi kepemimpinan nomor satu di tubuh partai berlambang pohon beringin itu akan diperebutkan oleh tujuh orang, termasuk petahana. Mereka di antaranya, Tauhid J Tagor (petahana), Heri Cahyono, Hj Isye Cristina, H. Endang Sopian, Rusli Prihatevy, R. Andi Iskandar Natanegara, dan Eka Wardhana. Wakil Ketua SC Musda DPD Golkar Kota Bogor, Yadi Sukirman mengatakan, ke tujuh kontestan itu sudah mengambil formulir pendaftaran untuk maju di pemilihan calon ketua DPD Golkar Kota Bogor pada Musda ke 10 nanti. “Folmulir pendaftaran sudah diambil oleh 7 orang dan akan dikembalikan besok, sampai pukul 16.00 WIB di DPD Partai Golkar,” kata Yadi. Panitia akan menunggu hingga batas waktu akhir penerimaan berkas pendaftaran dan tidak akan ada toleransi waktu apabila sudah pukul 16.00 WIB. “Besok panitia akan menunggu penerimaan berkas pendaftaran dari pukul 10.00 sampai 16.00,” jelasnya. Dalam proses Musda, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pendaftar di antaranya, calon pernah menjadi pengurus partai satu periode atau menjadi pengurus organisasi yang didirikan Golkar. Melampirkan SKCK dari kepolisian, bebas dari Narkoba yang dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah, bebas tidak pernah di pidana atau tersangkut hukum minimal lima tahun dibuktikan oleh surat dari pengadilan negeri Bogor. Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Tauhid J Tagor mengatakan, para bakal calon yang sudah menyerahkan berkas folmulir pendaftaran, akan diverifikasi oleh tim dan akan diketahui mana saja nanti yang lolos untuk ikut bursa calon Ketua DPD Partai Golkar di Musda ke 10 nanti. Lanjut Tagor, dalam kegiatan Musda ke 10 nanti, karena dalam masa PSBB transisi, ada keterbatasan untuk peserta Musda dan waktu pelaksanaannya dibatasi hanya empat jam. Seluruh peserta yang akan mengikuti Musda, sehari sebelumnya akan mengikuti rapid tes. Apabila ada yang reaktif, maka tidak diperbolehkan mengikuti Musda. “Kita menerapkan protokol kesehatan sesuai peraturan. Surat izin dari gugus tugas juga sudah ada. Semua peserta akan di rapid nanti,” ucap Tagor. Acara Musda juga akan dihadiri oleh tim dari DPD Golkar Jawa Barat. “Musda ini yang mengatur tim konsolidasi DPD Jabar dibawah wakil ketua bidang organisasi. Kami sudah mengatur pelaksanaan Musda ini dengan sebaik baiknya, semoga semuanya berjalan dengan lancar dan sukses,” tutupnya. (Heri) Bagi Halaman
BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================