Menurut Rudy, prioritas belanja daerah dalam APBD Perubahan ini sangat menentukan nasib masyarakat Kabupaten Bogor. Menurut dia,  pandemi Covid-19 yang berdampak pada kesehatan dan perekonomian masyarakat berpotensi terjadinya krisis ekonomi dan gangguan stabilitas keamanan daerah. “Jadi kami menekankan agar APBD Perubahan ini bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena itu juga akan mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Bogor,” tegasnya. Sebagai informasi, saat ini, pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi di Bumi Tegar Beriman turun hingga 10,54 persen. Jumlah penduduk miskin juga diprediksi naik 2,48 persen menjadi 9,14 persen di akhir tahun. Peningkatan presentase kemiskinan Kabupaten Bogor lebih tinggi dibanding Nasional dan Jawa Barat sebesar 0,28 persen dan 0,62 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga diprediksi meningkat 3,77 persen. Angka ini lebih besar dari Nasional dan Jabar yang diprediksi meningkat sebesar 2,9 persen dan 3,94 persen. (Adit/Iman R Hakim)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Tipu 14 Anak Buah hingga Rp1,3 Miliar, Oknum Pejabat Satpol PP Kota Bogor Resmi Dipecat!

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================