“Masyarakat juga harus rutin memantau kondisi lingkungan yang rawan bencana, khususnya banjir dan longsor. Salah satunya, memantau debit air sungai jika sudah mulai memasuki musim hujan. Termasuk kita mengimbau pada pengelola wisata-wisata alam seperti curug, untuk meningkatkan kewaspadaan,” terangnya. Dede menambahkan, ada juga Satuan Tugas Desa Tangguh Bencana (Satgas Destana) di masing-masing desa. Satgas itu diharapkan bisa memberikan respon cepat bila terjadi bencana. Oleh karenanya, para perangkat desa mengandalkan para penjaga keamanan masing-masing. Bisa pula dengan merekrut masyarakat di tingkat RT maupun RW. “Kita juga sudah sosialisasi di tingkat-tingkat kecamatan. Jadi beberapa daerah memang sudah masuk dalam pantauan BPBD karena rawan banjir dan longsor. Tak terkecuali wilayah tengah, yang mesti berhati-hati dengan luapan Sungai Pesanggahan,” tutupnya. (Bambang Supriyadi)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Wardatina Mawa Ingin Perceraian Segera Tuntas, Tegaskan Keputusan Sudah Bulat

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================