
Saat ditanya apakah aktivitas kantor ditutup, kata Atang, aktivitas kantor tidak ditutup total. Hal itu karena beberapa yanh harus diselesaikan, diantaranya menerima surat maupun aspirasi dari warga. Kemudian di hari ini juga sedang ada pembahasan marathon untuk penyelesaian pembahasan APBD perubahan, hanya saja secara mekanismenya dilakukan tidak seperti biasanya.
“Yang biasanya rapat secara langsung kehadiran fisik nanti kita akan kombinasikan untuk rapat secara virtual. Ini untuk memenuhi aturan dari regulasi yang berlaku bahwa persetujuan itu dengan catatan abc dan seterusnya,” katanya.
Dia pun menuturkan, bahwa anggota dewan tersebut pada Senin sampai Rabu dan kamis pekan lalu ada kegiatan kantor dan juga kunjungan kerja. Kemudian di Kamis malam sampai dengan hari Sabtu pagi. “Nah, di Sabtu malam itu yang bersangkutan sudah mengalami demam tinggi, kemudian di hari minggunya mengikuti tes swab,” tuturnya.
Ia pun tidak bisa memastikan, di mana dan kapan anggota dewan itu terpapar. “Kita belum bisa memastikan karena memang selama satu pekan ini aktifitasnya cukup banyak, baik rapat-rapat, kegiatan ke masyarakat kemudian juga kegiatan pribadi termasuk juga kunjungan kerja. Jadi artinya saya belum bisa menjamin ini terpapar dari mana karena kita juga tidak tahu, tapi yang jelas faktanya hari minggu swab, senin hasilnya keluar dan positif,” tandasnya.
(Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================