Dengan demikian, dirinya tak dapat memastikan tujuan korban bersama teman-temannya menumpang di kendaraan besar apakah untuk ikut aksi demonstrasi penolakan omnibus law atau hal lain.
“Seharusnya, anak-anak usia sekolah pada masa PSBB sekarang ini berdiam diri di rumah dengan pengawasan yang ketat dari pihak orang tua,†ujarnya.
Namun, sambung Wawan, mereka berkeliaran secara berkelompok bahkan jauh dari tempat tinggalnya masing-masing.
Hal itu semakin meresahkan saat mereka di jalanan memberhentikan mobil pick up atau truk tanpa melihat risiko nyawa yang dihadapinya.
“Diharapkan para orang tua memperketat pengawasan kepada anak-anaknya,†tandasnya
. (B. Supriyadi).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================