Di tempat yang sama, mantan Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, Muscab ke-XIII ini untuk mempertanggungjawabkan kepengurusan 2015-2020, sekaligus untuk memilih Ketua Kwarcab baru. Dia teringat, ketika 10 tahun lalu ia bersama pengurus lain mengurus Pramuka yang dalam mati suri dan berada di urutan tergiat ke-22 se-Jawa Barat. Bahkan, Pramuka dahulu tidak ada kegiatan, di sekolah tidak tersosialisasikan dengan baik, jumlah peserta didik tidak sebanding dengan jumlah pembina Pramuka yang tersertifikasi dan lainnya. “Kami gelar pelatihan dan kegiatan-kegiatan lain yang membuat Pramuka tergiat ke-3,” katanya. Tidak berhenti sampai disitu, ia melanjutkan dan terus merapikan beberapa catatan yang membuat Kwarcab Pramuka Kota Bogor belum mencapai peringkat satu. Hingga di tahun ini Kwarcab Pramuka Kota Bogor didasarkan ketulusan dan keikhlasan meraih juara satu yang artinya cita-cita menjadi tergiat ke satu telah tercapai. “Kepengurusan nanti tinggal mempertahankan juara satu ini. Kita sepakat mengurus Pramuka bukan sekedar mau dan mampu, tapi juga harus punya ketulusan dan otoritas,” pungkasnya. (Heri)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk Jadi Kepala Baru

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================