BOGOR TODAY – Selain menyerang fisik penderitanya, virus Corona atau Covid-19 juga dapat merusak mental seseorang. Kondisi tersebut karena banyaknya orang harus kehilangan pekerjaan dan menjalani aktifitas di rumah.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Selasa (13/10/2020) sepanjang Januari hingga September kasus kecemasan (anxiety) dan depresi tercatat sebanyak 1.141 kasus yang didiagnosis dari puskesmas-puskesmas yang berada di wilayah Kota Bogor. Jumlah itu bahkan lebih banyak dari total kasus tahun lalu, yakni 528 kasus.
Staf Seksi Penyakit Tidak Menular Dinkes Kota Bogor Sri Utami Rahayuningsih menyebut kenaikannya angka anxientas itu mengalami peningkatan sebanyak 116 persen dari tahun 2019. Hal itu disebabkan oleh kondisi pandemi yang menghantam segala sektor kehidupan.
Tak hanya kasus anxientas yang mengalami lonjakan. Sebanyak 216 (24 persen) kasus depresi pun turut mengekor.
Menurutnya, kejadian tertentu dalam suatu kehidupan manusia dapat menjadi pemicu timbulnya gangguan mental emosional. Salah satu gejala gangguan mental emosional yang muncul akibat Covid-19 adalah rasa takut, cemas, dan khawatir.
Sementara, Psikiater Kota Bogor, dr. Lahargo Kembaren sekaligus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengakui, kenaikan itu memang terjadi secara global. Ia menganggap situasi pandemi sangat berkorelasi dengan gangguan mental atau kejiwaan yang dialami masyarakat.
“Data yang ada, sebanyak 64,8 persen masyarakat Indonesia mengalami gangguan mental. Kalau wilayah Kota Bogor, trennya memang ada peningkatan,†jelasnya.
(B. Supriyadi)
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================