BOGOR TODAY – Berbicara sampah tentu tak ada matinya, sebab persoalan sampah selalu ditemukan dimana saja. Hal itu disebabkan karena masyarakatnya yang masih rendah terhadap lingkungan, dan jika sampah tidak dikola dengan baik maka bisa saja sampah tersebut mengakibatkan banjir dan bencana alam lainnya. Namun perlu diketahui, apabila sampah-sampah yang ada disekitar kita dikelola dengan baik maka bukan hanya lingkungan saja yang menjadi bersih, tetapi bisa mendatangkan penghasilan yang luar biasa bagi masyarakat. Hal ini pun nampaknya menjadi daya tarik warga Kelurahan Pakuan, Jaya, yang ingin belajar pengolahan sampah langsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Warga RT03, RW03 itu pun tak sendiri, dia datang bersama Lurah Pakuan Arief Hidayat. Di sana keduanya belajar pengolahan sampah yang menggunakan media maggot. Mereka berdua mendengarkan pemaparan Kepala Bidang Persampahan Dimas Tiko, mulai dari kandang lalat BSF, kemudian proses bertelur menjadi maggot, hingga menjadi pupa sampai menjadi lalat BSF kembali. Rencananya, hasil dari kunjungannya itu Lurah Arief akan mengimplementasikan kepada warganya yang ada di Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan. “Tujuan saya ke DLh terutama ke Pak Kabid itu untuk memperoleh ilmu atau pun informasi kaitan siklus maggot, siklus magot ini sangat baik dalam mengurai sampah organik, di samping itu juga manfaatnya banyak, seperti nantinya sampah-sampah yang dimakan maggot itu bisa jadi pupuk yang tentunya punya nilai ekonomis, kemudian maggotnya juga bisa dijual untuk dijadikan pakan hewan,” kata Lurah Pakuan, Arief Hidayat kepada BogorToday. Arief mengaku, sebetulnya pengolahan sampah menggunakan maggot itu sudah dilakukan oleh warganya yang ikut bersama dirinya ke DLH. Hanya saja, Ia ingin lebih jauh lagi mengetahui soal siklus maggot, mulai dari telur menetas menjadi baby maggot, dari maggot menjadi pupa sampai menjadi lalat BSF. Kedepan, lanjut dia, pengolahan sampah dengan menggunakan maggot ini diharapkan bisa diikuti oleh semua RT yang ada diwilayahnya. “Saat ini baru satu RT, yakni RT03 RW03. Harapan kedepan bisa diikuti oleh semua RT dan sudah memiliki siklus seperti ini, karena manfaatnya bisa mengurai sampah organik, jadi mengurangi sampah yang akan di buang ke TPS dan juga bisa menjadi nilai ekonomis buat masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan, semenjak sistem pengolahan sampah menggunakn maggot ini dikelola oleh DLH sudah banyak masyarakat yang datang ke sini untuk belajar, dan kali ini dari Kelurahan Pakuan. Selain itu, lanjut Dimas, pengolahan sampah dengan sistem ini juga rencana akan disebar di setiap wilayah yang ada di Kota Bogor, termasuk kepada pelaku usaha lainnya. “Saat ini memang baru sekitar pegawai DLH yang kita kelola, artinya bekas makanan yang sudah dikonsumsi oleh teman-teman DLH di bawa ke sini untuk kita olah atau berikan ke maggot. Dan selama kurang lebih 3 bulan jalan kami dapat mengurai sampah sebanyak 1 ton dan ini akan terus kita kembangkan,” katanya. Untuk ditingkat kelurahan, sambung Dimas, Kelurahan Pakuan ini rencananya akan dijadikan percontohan bagi kelurahan-kelurahan lainnya yang ada di Kota Bogor. “Nah, kelurahan pakuan ini lah nanti akan kita sama-sama jadikan percontohan untuk pengolahan sampah dengan menggunakan maggot ini,” pungkasnya. (Heri) Bagi Halaman
BACA JUGA :  Kebiasaan Begadang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================