BOGOR TODAY – Forum Warga Cijulang, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mendatangi kantor Desa Kopo, yang terletak di Jalan Cidokom.
Kedatangan mereka untuk memenuhi undangan Kepala Desa Kopo terkait permasalahan gapura bertuliskan ‘Welcome To Jimmers Montain Resort’ yang selama ini diprotes warga karena tak berizin.
Selain warga Cijulang, pihak Pemerintah Desa pun mengundang Owner Jimmers Montain Resort, Jimmy Wibowo. Pertemuan ini juga dihadiri, Kasi Trantib Kecamatan Cisarua, pengurus RT dan RW, hingga Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan mengatakan, pertemuan ini untuk memecahkan masalah dan mencari solusi terkait gapura di kampung Julang yang selama ini diprotes warga.
“Kita ingin mendengar langsung dari kedua belah pihak (warga Cijulang dan pihak Jimmers, red), di mana dari pertemuan ini kita ingin sama-sama mencarikan solusinya,” kata Wiwin di lokasi.
Usai mendapat aspirasi warga, akhirnya kepala desa mengambil keputusan dan permasalahan ini diambil alih oleh pemerintah desa.
“Mohon maaf dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada semua pihak, saya putuskan bahwa persoalan tersebut dari tulisan yang tadinya ‘Welcome To Jimmers Montain Resort’ akan diubah atau diganti menjadi ‘Wilujeng Sumping di Kampung Cijulang’, dan tulisan itu ditaro paling atas,†tegasnya.
Menurutnya, pergantian nama menjadi wilujeng sumping di kampung Julang itu karena pihaknya ingin mengembalikan kearifan lokal yang ada di kampung tersebut, dan jika tidak ada yang setuju dengan keputusan itu maka pihaknya mempersilahkan untuk berkomunikasi atau menghubungi pihak pemerintah desa.
“Sementara ada dua tiang pada gapura silahkan nanti berkoordinasi dengan pihak pengurus lingkungan atau bisa temui ketua RW 05. Jadi dengan tidak berpihak pada siapapun maka kami putuskan untuk merubahnya dan ini semata-mata atas nama Pemerintah Desa Kopo,†ujarnya.
Sementara perwakilan Forum Warga Cijulang, Engkus mengatakan bahwa pertemuan ini untuk menyampaikan aspirasi warga Cijulang terkait reklame yang tertempel di gapura kampung Cijulang, dimana gapura tersebut bertuliskan ‘Welcome to Jimmers Montain’.
Menurutnya, bahwa gapura yang ada di jalan tersebut merupakan fasilitas umum dan untuk kepentingan masyarakat. “Nah, dengan adanya tulisan tersebut seolah-olah jalan yang ada di kampung kami itu milik Jimmers, dan kami tentunya menolak keras dan meminta kepada pemerintah desa untuk mengubahnya, karena itu bukan milik mereka tapi untuk kepentingan masyarakat,” terangnya.
Lanjut Engkus, adanya gapura bertuliskan Jimmers itu pun sama sekali tidak ada komunikasi atau tanpa izin warga. “Jadi gapura itu tiba-tiba terpasang tanpa sepengetahuan pengurus dan juga warga,” ungkapnya.
Usai mendapat putusan kepala desa, Engkus beserta warga Cijulang sangat menyambutnya dengan baik, dan berharap untuk segera diganti.
“Kami ucapkan terima kasih khususnya kepada warga kampung Cijulang dan Pak Kades yang sudah mensupport apalagi tadi beliau sudah memberikan keputusan terkait tulisan ditengah-tengah gapura yang tadinya welcome to jimmer nanti akan diubah menjadi wilujeng sumping di Kampung Cijulang RT 5 RW 05, Desa Kopo, salah satunya turut menjaga kultur wilayah juga kearifan lokal,†ucapnya.
“Ya, kami serahkan kepada Kepala Desa Kopo yang tadi sudah memutuskan apa yang sudah dirembukan dan dimusyawarahkan terkait kejadian kemarin yang sempat ramai diperbincangkan,†tambahnya.
Sedangkan, Owner Jimmers Montain Resort Jimmy Wibowo mengaku pihaknya menerima dengan lapang dada atas keputusan yang sudah diputuskan kepala desa.
“Oke saya mengikuti dan menerima yang telah ditentukan pihak Desa karena itu keputusan yang terbaik, meskipun ada beberapa kerugian materiel, tapi itu resiko saya lah.†singkatnya. (
Heri)
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================