BOGOR TODAY – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor meminta stimulus dari pemerintah dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi covid ini dipercepat. Sebab, dengan dipercepatnya stimulus dari pemerintah maka pergerakan ekonomi di masyarakat pun menjadi lebih cepat.

“Yang diharapkan stimulusnya tepat sasaran dan efektif, karena stimulus ini diberikan dan harus dipercepat. Jadi semakin cepat stimulus ini diberikan akan semakin cepat juga masyarakat menggerakan ekonominya,” kata Ketua HIPMI Kota Bogor, Zulfikar usai menghadiri sosialisasi empat pilar MPR RI, Rabu (18/11/2020).

Selain itu, lanjut Zulfikar, dalam pemulihan ekonomi di Kota Bogor pihaknya baru saja melaunching program yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor.

“Program ini kami bidik dan kami jalankan di 15 kelurahan. Kami berharap begitu hasilnya semakin baik akan kami percepat untuk masuk ke semua kelurahan dengan total 68 kelurahan,” ujarnya.

Program tersebut, kata dia, memang untuk masyarakat yang terkena PHK, keluarga yang terdampak PHK dan masyarakat yang terdampak Covid-19. Kemudian diberikan bantuan, peralatan, bahan baku dan ada jaminan pembelian juga dari HIPMI sehingga proses dari hulu ke hilirnya jelas.

“Kami berharap berjalan dengan baik, sehingga timbullah sumber-sumber penciptaan lapangan kerja dan ekonomi baru melibatkan masyarakat terdampak. Saya optimis kalau itu bergerak ekonomi dibawah mulai hidup sedangkan kalau di makro kan saya optimis melihatnya. Karena problem yang skarang itu kan berbeda dengan apa yang terjadi tahun 1998 dan 2008. Dimana ekonomi terganggu karen fudamnetalnya terganggu, skrg kan fundamental juga finansialnya bagus, dasar ekonomi tetap oke hanya saja ada pandemi Covid-19 yang mengubah kebiasaan masyarakat jadi tidak bisa belanja dan semua jadi terganggu,” bebernya.

Zulfikar memaparkan, kalau bicara potensi ada yang sifatnya masih baru potensi dan ada yang diciptakan sendiri potensinya. Oleh karena itu, kemarin intruksi dari wali kota dan dinas-dinas lain pihaknya diminta mendata peluangnya apa, baru keahliannya diciptakan mengikuti dari permintaan pasar.

“Ya, kami mulai pelatihan pertama tanggal 20 November 2020 di enam kelurahan nanti hari berikutnya di lima kelurahan, pendampingnya ada dari UMKM juara, dinas terkait, kampus dan dari HIPMI Kota Bogor,” pungkasnya. (Heri)