BOGOR TODAY – Kepala SMP Taruna Andigha Kota Bogor, Aldilah Rahman menyambut baik kebijakan pemerintah yang memperbolehkan sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka pada Januari 2021.

Selain itu, Ia juga setuju dengan apa yang disampaikan Mendikbud terkait sekolah yang boleh melaksanakan KBM tatap muka harus ada persetujuan izin dari komite dan juga orang tua siswa.

“KBM tatap muka di masa pandemi covid ini kita tidak bisa gegabah karena berkaitan dengan kesehatan dan juga nyawa. Untuk itu, kami setuju sebelum melaksanakan KBM tatap muka harus ada izin dari komite dan orang tua siswa, dan kami akan sosialisasikan kepada mereka,” kata Aldilah Rahman kepada Bogor Today, Jumat (27/11/2020).

Aldi menuturkan, sosialisasi KBM tatap muka ini akan segera disampaikan kepada orang tua siswa dan juga komite dalam waktu dekat. Setelah ada izin, kemudian pihak sekolah mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Bogor.

“Kami sesegera mungkin mensosialisasikan ini kepada orang tua siswa dan komite, jika mereka setuju dan mengizinkan KBM tatap muka, kami akan mengajukan permohonan kepada Disdik yang diperkirakan pada pertengahan Desember 2020 mendatang,” tuturnya.

Saat ditanya apakah pihak sekolah sudah siap untuk melaksanakan KBM tatap muka, Aldi mengaku siap, karena pihak sekolah sudah menyiapkan fasilitas kesehatan mulai dari tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer, cairan disinfektan, termasuk penyediaan masker untuk siswa.

Selain itu, ruang kelas yang ada di sekolahnya pun memadai jika anak-anak belajar sebanyak 30-50 persen. Kemudian kebersihan kamar mandi siswa pun sudah terjamin, dan semua guru-gurunya bersedia untuk menjalani swab test dan rapid test.

Bukan itu saja, dalam mencegah kerumunan di sekitar sekolah, pihak yayasan dan juga pihak sekolah belum mengizinkan kantin yang ada di sekolah untuk buka. Bahkan sudah membentuk tim satgas covid tingkat sekolah, yang melibatkan guru-guru serta pengurus OSIS yang nantinya bertugas untuk mencegah kerumunan di area sekolah.

“Meski sudah siap, tapi kembali lagi kita harus menunggu persetujuan atau izin orang tua siswa dan komite, termasuk persetujuan dari pemkot maupun disdik, jika diantara mereka tidak ada yang setuju maka kami pun tak bisa memaksakan dan KBM pun kemungkinan kembali full daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ujarnya.

Masih kata Aldi, jika semuanya sudah mendapat izin maka KBM tatap muka di sekolahnya baru akan diberlakukan kepada siswa kelas IX secara bertahap. Hal itu, karena siswa kelas IX akan menghadapi kelulusan.

“Jumlah siswa kami tidak terlalu banyak, seluruhnya 150 siswa mulai dari kelas VII sampai IX. Nah, kalau sudah dapat izin, kemungkinan kami akan memberlakukan kepada siswa kelas IX yang jumlahnya 50 orang, dan jika satu kelasnya diisi 50 persen maka ruang kelas di sekolah kami sangat memadai,” pungkasnya. (Heri)