
“Beberapa tahun lalu saya ke Korea bertemu pengusaha di sana, mereka membangun Halal Center di Korea. Saya tanya apakah di sana banyak penduduk muslim padahal jumlahnya hanya 2 persen, mereka membangun karena mengamati tren peningkatan kebutuhan akan produk-produk halal. Jadi kurang tepat jika produk halal ini dimaknai selalu dikaitkan dengan agama. Halal itu merupakan sebuah metode untuk memastikan proses memproduksi itu tidak berbahaya dan meninggalkan hal hal yang tidak diperbolehkan. Makanya kita melihat potensi itu,” jelasnya.
Menurut Zulfikar, kedepan perdagangan luar negeri akan mulai aktif kembali, sekarang saja permintaan produk sudah meningkat dan mulai pulih. “HIPMI memang sudah menjalin kerja sama dengan Diskop UMKM Kota Bogor di beberapa kegiatan dan kita apresiasi karena antusiasmenya cukup besar dan pro aktif di bawah pimpinan kadis yang sekarang,” tegasnya.
Zulfikar menerangkan, kegiatan ini juga salah satu bagian dari beberapa program yang sama. Belum lama, HIPMI bersama Diskop telah mengadakan juga pelatihan bagi pelaku UKM terkait dengan pemutahiran penyusunan pembuatan alur sistem perusahaan untuk menuju International Organization for Standardization (ISO).
“Prinsip kami HIPMI, percaya untuk bisa memenangkan persaingan, satu satunya cara adalah memiliki daya saing. Jadi kami berkewajiban untuk memastikan para pelaku usaha khususnya usaha kecil dibantu dan mendapatkan support agar mereka memiliki daya saing,” terangnya.
Masih kata Zulfikar, materi yang disampaikan dari HIPMI tentang etika bisnis agar benar-benar menciptakan tidak hanya produk yang halal, tetapi cara berusaha yang halal dan penuh etika. Jangan sampai produknya halal, tetapi menjalankan usahanya tidak halal. Misal hak-hak konsumen dirugikan, kecurangan dan lain sebagainya.
“Jadi itu yang kami ingatkan ke pelaku usaha yakni persiapan menuju ke halal harus semuanya baik. Pelaku usahanya baik, penuh etika, produknya memiliki sertifikasi, higienis, halal. Nah, kalau sudah begitu, kita akan optimis, konsumen terlindungi, pelaku usaha berkembang dan dalam hal ini akan menjadi investasi bagi pemerintah ketika mereka sudah mandiri, tentunya PAD akan bertambah serta membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Setelah kegiatan ini, tambahnya, sudah dikoordinasikan dengan rekan rekan eksportir bahwa akan melakukan pengawalan untuk menuju ekspor. “Jadi kita mau buat standarnya di lokal kita menang, di nasional kita menang bahkan di internasional pun kita tembus. Kami dari Hipmi siap mewujudkan untuk UKM Bogor Go Internasional,” pungkasnya
. (Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================