“Pasti pengamanan-pengamanan akan dilakukan, tapi tentu jauh lebih sederhana karena sebagian besar banyak yang tidak melaksanakan secara onside tapi secara virtual. Sehingga yang secara virtual tentu gerbangnya sudah tertutup sehingga kita paling pengawasan secara patroli, itu yang kita laksanakan,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan
Gereja Katedral Romo Tukiyo mengungkapkan, perayaan natal ini pihaknya tentu mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ketat, terutama usia. “Jadi 15 sampai 65 tahun, yang dibawah 15 atau lebih dari 65 tahun itu tidak boleh ikut hadir itu secara umum protokolnya,” jelasnya.
Kata Romo, sekarang yang akan hadir hanya 200, biasanya pakai tenda besar disini, ini hanya antisipasi kalau hujan saja. “Gak nyampai 50%, hanya 30% kehadirannya, memang hanya untuk intern warga umat Katolik di katedral ini saja yang hadir,” terangnya.
“Untuk rapid masing-masing memang disarankan untuk personal saja, yang penting bahwa dirinya sehat. Tahu diri walaupun boleh ke
gereja tapi karena di rumah itu mereka punya orang tua punya anak kecil mereka lebih baik tidak ke
gereja itu hasil evaluasi dari selama
gereja buka,” tandasnya
. (Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================