BOGOR TODAY – Pelayanan publik di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor kini semakin mudah karena sudah berbasis online atau teknologi, sehingga masyarakat tak perlu datang langsung ke Kantor BPN yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal. Kepala Kantor BPN Kota Bogor, Erry Juliani Pasoreh mengatakan, di era digitalisasi ini tentu BPN tidak mau tertinggal dalam melakukan inovasi. Untuk itu, pelayanan publik di BPN Kota Bogor sudah berbasis digitalisasi dan ini sudah berlangsung sejak 2019 lalu. “Kita sudah punya aplikasi digitalisasi yaitu SIMPANAH dan E-Poss. Jadi masyarakat tidak usah jauh-jauh datang ke kantor BPN, cukup menggunakan gadget dan login ke aplikasi tadi,” kata Erry kepada wartawan, Rabu (30/12/2020). Erry juga menjelaskan, sepanjang 2020 timnya sudah melakukan program PTSL secara maksimal, sehingga jumlah bidang tanah berdasarkan DHKP tahun 2018 sebanyak 257.801 dan tahun 2020 sebanyak 292.884 sudah terpetakan, bahkan melebihi target yakni mencapai 103,72 persen (303.791 bidang tanah). “Data Umum Pertanahan di Kota Bogor sebanyak 6 Kecamatan (68 Kelurahan), Luas wilayah Kota Bogor 110,7 Km2, Perkiraan jumlah bidang tanah berdasarkan DHKP tahun 2018 sebanyak 257.801 dan tahun 2020 sebanyak 292.884. Jumlah bidang tanah yang terpetakan pada 2020 sebanyak 303.791 dengan prosentase (103,72%) jika dibandingkan pada jumlah bidang tanah berdasarkan DHKP tahun 2020, dan jumlah bidang tanah yang belum terpetakan sebanyak 6.158 jika dibandingkan dengan jumlah bidang yang terdaftar pada tahun 2020,” jelasnya. Masih kata Erry, PTSL di Kota Bogor telah dilaksanakan pada tahun 2017 sebanyak 550 bidang, tahun 2018 sebanyak 60.000 bidang, tahun 2019 dengan SHAT sebanyak 65.000 bidang dan PBT sebanyak 96.000 bidang, tahun 2020 sebanyak 650 bidang. “Jadi jumlah PTSL dari tahun 2017 sampai dengan 2020 sejumlah 126.200 SHAT dan 96.000 PBT,” katanya. Bahkan, lanjut dia, Kota Bogor menjadi satu-satunya kota lengkap yang ada di Jawa Barat, karena sudah terdaftar dan terpetakan dengan kwalitas KW1, valid, sesuai dengan kondisi senyatanya di lapangan serta melakukan pendaftaran tanah pertama kali untuk bidang-bidang tanah yang belum terdaftar dalam suatu wilayah administrasi. “Saat ini, Kantor Pertanahan Kota Bogor dengan Tim Kujang-nya telah selesai melaksanakan Pembangunan Kota Lengkap yaitu sebanyak 68 kelurahan (6 kecamatan), sehingga menjadi Kota Bogor Lengkap yang terpetakan seluruhnya,” ujarnya. (Heri)
BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor
Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================