BOGOR TODAY – Lurah Empang Kota Bogor, Harry Cahyadi terbilang sukses membangun dan merubah wajah Kelurahan Empang menjadi lebih maju dan lebih baik dari sebelumnya.

Betapa tidak, mantan Kasubid Penetapan dan Verifikasi Bapenda Kota Bogor yang dulunya tidak memiliki pengalaman sebagai aparatur wilayah ternyata mampu mengangkat potensi yang ada di wilayahnya, seperti potensi di bidang kesehatan, ekonomi, sosial, seni dan budaya, termasuk di bidang penataan lingkungan.

Potensi yang selama ini Ia bangun bersama warganya akan ditampilkan melalui Festival Empang yang akan berlangsung di bulan Desember 2020 hingga Januari 2021. Bahkan, Festival Empang tersebut akan dilaunching bersama Camat Bogor Selatan pada 12 Desember 2020 mendatang.

Harry mengatakan, launching festival Empang ini rencananya akan dibarengi dengan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan dan persiapannya sudah 85 persen.

“Jadi konsep Festival Empang ini awalnya kita akan membuat beberapa rangkaian kegiatan, seperti pameran, santunan anak yatim dan sarasehan, dimana semua potensi yang ada di kelurahan Empang akan ditampilkan. Namun karena kondisinya masih pandemi COVID-19, sehingga kita hanya melaunchingnya saja bersama Pak Camat yang dibarengi dengan musrenbang, tapi untuk santunan anak yatim tetap kita laksanakan,” ujar Harry kepada Bogor Today.

Baca Juga :  NZ Managemen Tawarkan Kemping Dengan Suguhan Suasana Alam Perbukitan

Semenjak menjadi lurah, kata Harry, banyak suka duka yang ia dapatkan. Apalagi, menjadi aparatur wilayah ini merupakan pengalaman baru bagi dirinya dan tugasnya pun cukup berat karena bukan hanya menata wilayah saja melainkan harus mampu membangun sumber daya manusia.

Kendati demikian, dirinya merasa bersyukur karena warganya kini sudah mulai guyub dan mau bergerak sama-sama membangun potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Selain itu juga, di wilayah tempatnya bekerja pun banyak mendapat support dari pihak swasta dalam hal memberi bantuan melalui corporate social responsibility (CSR).

Baca Juga :  Terbengkalai Karena Pandemi, Gedung Lembaga Bahasa Asing Jadi Sasaran Pencuri

“Pada dasarnya, kami di kelurahan itu merupakan fasilitator yang menghubungkan antara pemerintah kota dengan warganya begitu pun sebaliknya. Sehingga dapat menyelaraskan antara program pemkot dengan gerakan warga yaitu mengangkat potensi wilayah, dari kita untuk kita mengangkat pemberdayaan dalam rangka Bogor lebih maju melalui pemberdayaan masyarakatnya, jadi kita berfikir mulai hari ini kita mengembangkan potensi di wilayah yang tentunya menjadi nilai ekonomis untuk masyarakat,” jelasnya.

Hasil dari keguyuban tersebut, lanjut Harry, kedepannya kelurahan Empang akan memiliki wisata religi dimana fasilitas di sekitar makam karamat Raden Saleh seperti gapura dan gajebonya akan di renovasi, dimana sumber anggarannya dari pemerintah kota dan juga dari CSR.

“Pada intinya festival Empang ini sebagai motivasi warga dalam mewujudkan impiannya. Jadi, meskipun lahan kita terbatas bahkan tidak ada fasos-fasum namun dengan semangat bersama, kita bisa memanfaatkan potensi tersebut dengan maksimal,” pungkasnya. (Heri)