Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan & Guru SMA Pesat) Kebanyakan dari kita selalu mementingkan penampilan lahiriah, agar terlihat bagus, bersih, mempesona dan indah. Dan itu wajar dan sah-sah saja, sebab Islam memang menyukai penampilan yang indah dan mencintai kebersihan. Dalam sebuah hadits sahih disebutkan, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan” (HR. Muslim dari Ibnu Mas’ûd radhiyallahu’anhu) Setiap hari kita selalu membersihkan rumah, motor, mobil dan lain-lain agar bersih dan indah, dan ini sesuai dengan ajaran agama Islam. Namun, amat disayangkan, kerap perhatian kita terhadap kebersihan luar tidak sebanding dengan perhatian kita terhadap kebersihan dalam (kebersihan hati). Kita jarang atau bahkan tidak pernah membersihkan hati kita, sehingga hati kita jadi keras, hati keras mempunyai ciri yaitu tidak mau menerima nasihat kebaikan. Jadi benar adanya kita lebih memperhatikan penampilan lahiriah dibanding penampilan batin (kebersihan hati). Padahal dampak buruk kotornya hati, jauh lebih berbahaya dibanding dampak kotornya lahiriah kita. “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati..” (HR. Muslim). Hati manusia mampu menimbang mana yang baik dan mana yang buruk, hati juga menjadi raja bagi anggota tubuh lainnya. Apabila ia baik maka anggota tubuh lainnya akan baik juga, dan bila ia jahat maka seluruh tubuh lainnya akan berlaku jahat. Jika hati kita sudah bersih, maka semua panca indera akan berbuat baik juga. Matanya hanya mau melihat hal-hal yang baik saja tidak mau melihat hal yang porno, pikirannya hanya berbaik sangka saja tidak mau suudzon (berburuk sangka), telinganya hanya mau mendengar yang baik-baik saja tidak mau mendengar yang tidak bermanfaat, mulutnya untuk bicara yang baik-baik saja tidak mau untuk gibah. Tapi jika hati masih kotor maka adalah sebaliknya dan hal ini bisa menimbulkan kemaksiatan, ketidaknyamanan bahkan mengakibatkan kejahatan.
Baca Juga :  Pentingnya Miliki Asuransi Properti, Ini 3 Cara Tepat Memilihnya