BOGOR TODAY – Luapan Sungai Cikeas yang kerap merendam Perumahan Villa Nusa Indah I dan II, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor saat hujan deras mengguyur Bogor dianggap menjadi biang keladi.

Bupati Bogor, Ade Yasin menyebut untuk naturalisasi sungai tersebut perlu adanya
koordinasi antar daerah. Pasalnya wilayah itu merupakan perbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi.

Pihaknya menduga sungai yang kerap meluap saat hujan lebat itu karena terjadinya pendangkalan karena lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir.

BACA JUGA :  Pemancing Asal Depok Meninggal di Situ Cikaret, Diduga Serangan Jantung

Dengan begitu, Ade mengatakan bakal mengeruk endapan lumpur. Namun, tentunya harus dengan izin Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena hal itu merupakan kewenangan BBWS.

“Tapi apa yang bisa kami lakukan, dikerjakan hari ini, yaitu membersihkan sampah-sampah yang ada di daerah aliran sungai (DAS),” kata Ade, Minggu (14/2/2021).

Untuk jangka pendek, kata Ade Pemkab telah memasang 19 pompa air untuk meminimalisir luapan air sungai Cikeas. Manfaatnya terbukti jika air meluap tidak separah saat banjir sebelumnya.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

“Jika memang diperlukan masyakarat dan melihat hasil mitigasi atau segala upaya untuk mengurangi risiko bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor berencana untuk menambah jumlah pompa ,” terang politisi PPP itu.

Mantan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2009-2014 itu menambahkan perlu adanya solusi jangka panjang dan permanen untuk menangani DAS tersebut. Karena dirinya melihat ada beberapa titik tebingan yang menjadi sasaran masyarakat untuk membuang sampah. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================