BOGOR TODAY – Kepala Desa Kota Batu, Ratna Wulansari bersama jajarannya menyambangi Kantor Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (15/2/2021) sore.

Kedatangannya itu, untuk membahas sekaligus mencarikan solusi terkait banjir yang terjadi di Jalan Kapten Yusuf (jalur penghubung Kota dan Kabupaten Bogor, red).

Ratna Wulansari mengatakan, peristiwa banjir di Jalan Kapten Yusuf atau tepatnya didepan Gang Kosasih kembali terjadi pada Minggu (14/2) malam. Untuk itu, dirinya menemui Lurah Cikaret untuk bersama-sama mencarikan solusi terbaik dalam menangani banjir.

“Memang di wilayah kita (Kota Batu – Cikaret, red) ini memiliki satu permasalahan yaitu banjir dan kemarin banjir kembali terjadi, sehingga saya datang ke sini untuk bertemu sekaligus mencarikan solusi terbaik bersama Lurah Cikaret, pak Hasan,” kata Ratna Wulansari kepada Bogor Today.

Ratna mengaku, bahwa banjir ini kerap terjadi didepan Gang Kosasih. Hal ini, kata dia, kondisi saluran air di depan Gang Kosasih kecil dan ditambah didalamnya itu terdapat sampah, sehingga tersumbat dan airnya meluap ke jalan.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

“Jadi, sebetulnya air dari Kota Batu itu mengalir dengan lancar, tapi sesampainya di depan Gang Kosasih airnya itu tumpah ke jalan. Jadi kita coba untuk memecahkan permasalahan ini secara bersama,” ujarnya.

Dari pertemuan ini, Ratna menyampaikan bahwa dia dan Lurah Cikaret sepakat untuk memperbaiki saluran air secara bersama. “Pertemuan ini akan terus kita lakukan dan tadi hasil dari pertemuan tersebut salah satu solusinya ialah perbaikan saluran air dan mudah-mudahan ini menjadi solusi terbaik untuk mengatasi banjir,” bebernya.

Ditempat yang sama, Lurah Cikaret Hasan Sutisna mengatakan, win win solusi seperti itu memang sudah ada, hanya saja ini butuh merubah kultur masyarakat. Kemudian, perbaikan drainase (saluran air) ini juga membutuhkan anggaran.

“Memang drainase di Jalan Kapten Yusuf itu kita akui kecil, dan apabila mau diperbesar tentunya harus dirombak semua gorong-gorongnya. Selain itu, di drainase ini pun pastinya melibatkan beberapa pihak karena di dalam gorong-gorong terdapat sambungan kabel listrik, kabel PDAM dan lain sebagainya. Jadi itu yang harus kita benahi dulu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Kemudian, sambung Hasan, terkait pengajuan akan dilakukan bersama apakah ke propinsi atau ke pemerintah daerah masing-masing (kota-kabupaten). “Jadi di sini apakah menggunakan anggaran kota atau anggaran yang dimiliki desa dalam hal ini Pemkab Bogor. Tapi intinya tadi kita menyepakati untuk sama-sama membenahi saluran air supaya airnya tidak meluap ke jalan dan masuk ke rumah warga,” katanya.

Dia pun mengakui, permasalahan banjir yang ada diwilayahnya memang selalu terjadi dari tahun ke tahun. Tetapi, usai pertemuan ini dirinya berharap solusi tersebut bisa terealisasi. “Setelah ini kita akan melakukan rapat dengan LPM dan para ketua RW yang terlintasi jalur tersebut. Kita juga nanti akan melakukan kunjungan balasan ke Kantor Desa Kota Batu untuk membahas ini lebih lanjut,” tandasnya. (Heri)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================