
Kedua, menghindari sesuatu yang menyakitkan, kadang tanpa disengaja ucapan dan tingkah laku kita membuat orang lain tidak nyaman bahkan sakit hati. Apalagi kalau kita sengaja membuat ujaran kebencian. Pembiasaan akhlak mulia yang bisa dilakukan adalah berbicaralah yang bermanfaat saja, jika tidak bermanfaat lebih baik diam.
Sehingga ada kalimat bijaksana diam itu emas, tapi jika berbicara lebih bermanfaat adalah berlian. Ya mulai sekarang kita harus hati-hati jika berbicara, bukankah mulutmu adalah harimaumu (Kalau sekarang, jarimu adalah harimaumu ).
Ketiga, menahan diri ketika disakiti, tindakan yang biasa kita lakukan jika kita disakiti orang adalah ganti membalas menyakiti orang tersebut, atau ada yang lebih baik yaitu diam . Akan lebih mulia lagi kalau kita membalas dengan kebaikan, inilah yang disebut dengan akhlak mulia.
Dengan kata lain, jika kita disakiti orang kemudian kita membalas menyakiti juga berarti kita sama jahatnya dengan orang tersebut, tapi jika kita tidak membalas alias diam itu sudah baik, akan lebih mulia jika kita membalas dengan kebaikan. Pembiasaan akhlak mulia yang dapat dilakukan adalah dengan sabar.
Mulai sekarang kita harus sabar mengahadapi semua peristiwa, termasuk peristiwa yang tidak menyenangkan. Sabar bukan berarti pasrah dan diam, sabar adalah menerima dengan ikhlas semua peristiwa yang kita alami, jika itu peristiwa baik kita syukuri dan jika peristiwa kurang menyenangkan kita terima dengan ikhlas dan sabar.
Sabar juga berarti ada usaha, usaha untuk memperbaiki diri, jika kita memang belum menjadi orang baik dan sabar itu tidak ada batasnya (kecuali kematian), tapi sabar itu pahalanya tidak terbatas. Jayalah Indonesiaku. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















