
“Kami tidak ingin terjadinya kasus penyelewengan dana BOS, kami ingin memaksimalkan peran fungsi DPRD Kota Bogor agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga mencoreng nama pendidikan di Kota Bogor,” ucapnya.
Soal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Rifki menjelaskan, kegiatan PJJ di SDN Pakuan berjalan dengan baik. Namun dirinya belum mengetahui kegiatan PJJ di sekolah lain, untuk itu dirinya akan melakukan kunjungan lanjutan ke sekolah lain.
“Ini baru satu SD, kita belum tau juga di sekolah lain. Kita kawatirkan ini tidak maksimal sehingga nantinya terjadi lost generation di era pandemi ini, kita tidak ingin anak didik tidak mempunyai skil yang mumpuni dan sesuai dengan kapasitas yan ada,” kata Rifki.
Dalam PJJ ini, tambah Rifki, tenaga pengajar memiliki kendalanya dari internet, sehingga di saat pembelajaran sedang berlangsung adanya lost signal yang menyebabkan pembelajaran terputus.
“Makanya kita mencoba mendorong kembali anggaran wifi publik yang pernah Pemkot luncurkan. Kita ingin anggaran tersebut bisa direalisasikan kembali agar peserta didik ini tidak kesulitan dalam membeli kuota atau pulsa untuk kegiatan belajar mengajar,” tutupnya. (Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















