
BOGOR TODAY – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyerahkan bantuan berupa terpal ke pengurus RW 05, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Penyerahan terpal untuk menutup longsoran tebing di bantaran kali Cibalok Biotrop ini pun disaksikan lurah setempat Erwin Subastian.
Lurah Pakuan, Erwin mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan BPBD ini setidaknya bisa mengantisipasi longsor susulan atau paling tidak untuk mencegah agar tidak ada aktivitas warga di lokasi tersebut.
“Ini atas dasar informasi dan juga kepedulian pengurus RW di sini, dimana mereka selalu menyampaikan untuk segera dikirimkan bantuan ke BPBD, dan akhirnya bantuan tersebut dikirim hari ini,” kata Erwin di lokasi.
Pria yang baru dua minggu menjabat lurah ini pun meminta kepada pengurus RW setempat untuk langsung memasang terpal tersebut ke lokasi longsor. Selain itu, ia juga meminta untuk selalu menjaga kebersihan di area tersebut.
“Ya, saya minta pak RW dan jajaran untuk mengajak warganya agar tidak membuang sampah ke tempat ini. Sebab, jika ini dibiarkan maka akan merusak alam, dan berdampak juga pada bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 05 Ismet Oyo menuturkan, bencana longsor ini terjadi sejak bulan Februari 2021 lalu. Menurutnya, longsoran tersebut terjadi lantaran pondasi atau tembok penahan tanah (TPT) sudah tidak kuat lagi, dan ditambah pula tanah di sekitar kondisinya labil. Bukan itu saja, rumah warga di sepanjang aliran sungai menjadi salah satu faktor, sebab air yang mengalir di kali Cibalok ini mengalirnya tidak efektif.
“Sebetulnya sungai Cibalok ini cukup besar, tapi karena ada rumah warga yang lokasinya di bawah jadi sempit. Akibatnya ketika hujan turun, airnya itu tumpah ke tembok yang longsor itu,” ungkapnya.
Lanjut dia, longsor di wilayahnya itu ketinggiannya sekitar 10 meter. Sedangkan, tanah yang tergerus lebarnya mencapai kurang lebih 5 meter. “Lokasi longsorannya itu berada diatas warung bakso, beruntung waktu kejadian tidak ada korban dan kini kios basonya dikosongkan sementara,” katanya.
Dia berharap, pemerintah segera memperbaiki tanah longsor ini. “Sebetulnya ini sudah kita ajukan tiga kali lewat musrenbang, tapi karena ini kewenangannya ada di propinsi jadi prosesnya agak lama. Yang jelas kami di sini inginnya cepat diperbaiki ya,” pungkasnya. (Heri)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















