Susatyo menuturkan, dari enam pelaku yang diamankan itu empat diantaranya mereka yang membawa sajam yaitu SP, TS, MR dan SR. Sedangkan dua orang lainnya yakni OI dan HH sebagai provokator atas kejadian di Bandung.

Baca Juga : PriaPenganiaya Anaknya di Bogor Masuk Bui

“Jadi otak pelaku kejadian pada hari Rabu itu adalah HH, karena dia sebagai provokator atas kejadian di Bandung, sehingga HH ini mempengaruhi teman-temannya untuk melakukan kekacauan dan kekerasan di Kota Bogor. Semuanya kita tangkap di posko ormas yang terletak di Kayu Manis,” bebernya.

BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Tertangkapnya enam oknum ormas itu, kata dia, menjadi pembelajaran untuk semua. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat termasuk ormas-ormas yang ada di Kota Bogor untuk sama-sama menjaga kondusifitas.

“Ini masih di masa pandemi, kita butuh energi yang kuat untuk bisa menekan masa-masa sulit seperti ini. Jadi saya meminta kepada ormas-ormas untuk tidak memasang atribut di tempat-tempat publik, sebab itu bisa menimbulkan atau memicu keributan antar ormas,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Rangkaian HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Ajak Warga Menyusuri Sejarah dan Alam Bogor

Baca Juga : ProyekPedestrian Mandek Akibat Drainase Buruk

Dia melanjutkan, para pelaku ini dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 51 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Heri)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================