BOGOR TODAY – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menilai kinerja pemerintah Kabupaten Bogor di tahun 2020 sudah sangat maksimal. Rudy menilai, tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi semua daerah, karena pandemi Covid-19.

Baca Juga : Innalilahi 5 Bulan Insentif Nakes Belum Cair

“Kabupaten Bogor tahun 2020 diawali dengan bencana banjir dan longsor, Maret kemudian pandemi Covid-19,” ujarnya usai Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati Bogor di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (31/3/2021).

Meski dihadapkan situasi yang berat, kata dia, apa yang diprogramkan oleh pemerintah semua bisa berjalan. Refocussing anggaran, juga cukup efektif dalam penanganan pandemi sekaligus pemulihan ekonomi. “Dan SILPA 2020 juga lebih kecil dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Rudy menegaskan, penilaian tersebut tentunya pendapat dirinya secara pribadi. Selanjutnya, kata dia, LKPJ yang disampaikan oleh Bupati Bogor hari ini, akan dibahas selama 30 hari kedepan untuk kemudian mendapat persetujuan seluruh fraksi di rapat paripurna. “Besok mulai dibahas,” imbuhnya.

BACA JUGA :  KURANG ELOK PRAMUKA BERUBAH DARI EKSKUL WAJIB JADI PILIHAN

Bupati Bogor, Ade Yasin menyampaikan, tahun 2020 tema yang diusung pemerintah adalah membangun masa depan Kabupaten Bogor dengan Pancakarsa. Bencana alam dan pandemi yang terjadi sepanjang tahun, kata dia, membuat banyak sekali penyesuaian kegiatan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga : Sindir Pemkab Bogor, Dewan : Jalan Pakansari Lebih Baik Dijadikan Wisata Air

Baca Juga : Ade Yasin Singgung Perumda Tirta Kahuripan Soal Pelayanan

“Di tahun 2020 ada 13 Perda yang kita terbitkan, 120 Peraturan Bupati, dan 321 Keputusan Bupati,” kata dia.

BACA JUGA :  Kecelakaan Motor Tercemplung ke Sungai Cilacap, Diduga Hilang Keseimbangan

Dengan berbagaj kebijakan tersebut, pemerintah menjalankan program yang sudah direncanakan dan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan dengan cepat dengan alokasi anggaran untuk meningkatkan kesehatan, ekonomi, dan jaring pengaman sosial.

Dari sisi anggaran, lanjutnya, pemerintah Kabupaten Bogor juga berhasil mencapai target Pendapatan sebesar 98,6 persen atau Rp 7,687 Triliun dari target Rp 7,796 Triliun.
“Capaian tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah sebesar 114,11 persen, dana perimbangan 94,01 persen dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar 88,13 persen,” kata dia.

Baca Juga : Wabup Iwan Minta Kabekraf Terlibat Pemulihan Ekonomi

Kinerja belanja dan pembiayaan daerah juga cukup baik. “SILPA hanya Rp386,9 miliar,” pungkasnya. (*/Iman R Hakim)

Bagi Halaman
============================================================
============================================================
============================================================