BOGOR TODAY – Kasus yang menjerat Muhamad Rian alias Rian (21), pelaku pembunuhan terhadap dua wanita yang dikencaninya berinisial DS (18) dan EL (23) mengungkap fakta baru.

Kepada Polisi, Rian mengaku pernah mengalami kekerasan di masa lalunya, sehingga ada trauma yang mendalam dan nekat melakukan aksi sadisnya.

Namun menganai hal itu, Polisi belum dapat memastikan. Sehingga perlu adanya koordinasi terhadap pihak keluarganya.

“Perlu adanya konfirmasi kepada keluarga, sebab pelaku ini sudah ditinggal orang tuanya dan di asuh oleh saudara laki-lakinya, apa kekerasan tersebut dilakukan oleh kakaknya atau bukan,”kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Selasa (16/3/2021)

Susatyo juga menyebut kemungkinan pelaku memiliki kelainan seksual. Namun hal itu akan lebih jelas bila hasil dari pemeriksaan kejiwaan dan psikologi
pelaku telah keluar.

“Bila memang hasil dari pemeriksaan kejiwaan pelaku keluar dan benar mengalami gangguan jiwa tentunya akan lebih kita dalami lagi,”terangnya.

Disisi lain, Susatyo juga mengaku jika hasil tes urin tersangka positif narkoba. Hanya saja, fakta tersebut tidak mengarah bahwa dia pengguna narkoba kemudian melakukan pembunuhan.

“Kemungkinan itu salah satu pemicu pelaku melakukan pembunuhan. Menurut keterangan tersangka, dia baru menggunakan narkotika jenis sabu itu kurang lebih sekitar satu bulan lalu,” tutupnya.

Sebagai informasi, Rian ditangkap di sebuah rumah kosan yang merupakan tempat persembunyiannya di kawasan Depok, pada Rabu (10/3/2021) lalu.

Kasus tersebut berhasil diungkap oleh tim gabungan dari Reserse Polresta Bogor Kota dibantu oleh Direktorat Reskrimum Polda Jawa Barat. (B. Supriyadi)