Baca juga : HUT ke 44 Perumda Tirta Pakuan, Momen Penting Tingkatkan Pelayanan

“Desa Cibanteng ini adalah tanah kelahiran ibu saya. Dan panti ini adalah sejarah, saya hanya meneruskan saja,” jelasnya.

Aan mengaku amat bersyukur dapat melanjutkan dan merenovasi Panti Sosial yang sebelumnya dinamakan Kosgoro ini.

BACA JUGA :  Lakukan Tour of Duty, Wali Kota Bogor Mutasi 15 Pejabat Administrator dan Pengawas

“Panti ini didirikan Almarhum bapak saya pada tahun 1982, bertepatan dengan meletusnya Gunung Galunggung. Dari situ bapak saya berinisiatif membangun panti asuhan ini,” jelasnya.

Dia menambahkan, panti sosial ini adalah tempat mereka untuk belajar memperdalam agama. Sebab kalau sekolah, itu dibebaskan untuk memilih sekolah di luar, baik negeri, swasta, ataupun madrasah.

BACA JUGA :  Perkuat Zona Integritas, RSUD R. Moh. Noh Nur Gelar Sosialisasi Antikorupsi Bersama Inspektorat

“Dan alhamdulillah sudah banyak alumni yang keluar yang berhasil. Ada yang sekolah di Universitas Pakuan, IPB, ada yang jadi dosen, dan lain-lainnya,” tandas Aan. (Adt)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================