
“Banjir bandang yang juga menyebabkan longsoran tanah itu terjadi di beberapa desa yang ada di Kabupaten Flores Timur. Longsoran paling parah terjadi di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur,” kata Agustinus, seperti dikutip CNNindonesia.com, Senin (5/4/2021).
Agustinus menerangkan, air yang mengalir deras di pemukiman warga saat banjir bandang terjadi tak hanya membawa longsoran tanah, tetapi kayu bahkan batu-batu besar yang langsung menghantam permukiman warga. Sehingga, puluhan rumah juga diprediksi mengalami kerusakan parah akibat kejadian ini.
Meski telah menemukan banyak korban jiwa, namun keterbatasan peralatan juga disebut menjadi penghambat upaya pencarian korban di lokasi kejadian.
“Hingga saat ini, warga bersama BPBD masih melakukan pencarian korban secara mandiri di lokasi kejadian. Karena kami kesulitan alat berat,” akunya.
Baca Juga : Turap 14 Meter Longsor Rumah Warga Ambruk
Dikarenakan peristiwa tersebut masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati akan menyiapkan 10 ribu kit tes antigen di wilayah Flores Timur untuk mencegah penularan covid-19 di pengungsian.
“Meski dalam kondisi dirundung bencana BNPB tetap mengedepankan protokol kesehatan selama menanggulangi bencana banjir di Flores. Kami tak ingin penanganan pandemi diabaikan saat ada bencana alam,”tutup Raditya. (CNN/B. Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















