“Menuntut seorang pendidik yang notabene lahir di era kolonial untuk mau beradaptasi dengan era milenial, seorang guru harus bermigrasi agar tidak terdapat jurang pemisah yang besar antara dirinya dengan peserta didiknya,” tutur wanita yang juga Kasek SMK Borcess 2 itu.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMK Borcess 2,  Saeful Bakri menuturkan, Buku Guru Kolonial Vs Siswa Milenial dapat menjadi solusi bagi dunia pendidikan, khususnya bagi guru yang ingin berubah menjadi guru masa depan.

BACA JUGA :  Waspada Teror Pocong di Cibinong, Camat Minta Siskamling Digencarkan

“Buku Guru Kolonial Vs Siswa Milenial ini, menurut saya salah satu jawaban atas segala pertanyaan dan persoalan yang tengah terjadi di dunia pendidikan,” ungkapnya.

Baca Juga : 112 Kantong Darah Disetor ke PMI

Baca Juga : Sempat Diamuk Massa Komplotan Copet Diringkus Polisi

BACA JUGA :  Resep Bolu Tape Lembut dan Harum, Cocok untuk Teman Minum Teh

Pemerhati Pendidikan Kota Bogor, Heru B Setyawan mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, ditengah suasana pandemi Covid 19, SMK Borcess masih sempat mengadakan kegiatan launching dan bedah buku.

“Tentu saja, hal ini mrrupakan solusi yang membantu program literasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah,” singkatnya. (Iman R Hakim)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================