PENDIDIKAN merupakan hal yang sangat penting dalam rangka menyiapkan generasi bangsa unggul dan berprestasi. Salah satu sistem pendidikan yang sangat bagus untuk membentuk serta mengembangkan potensi anak adalah boarding school. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang asal-muasal boarding school sehingga sekarang banyak diadopsi sebagai sistem pendidikan di Indonesia.

Pentingnya pendidikan sudah diisyaratkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang kemudian diatur dengan pasal yang ada didalamnya. Pembukaan UUD’45 mengatakan bahwa salah satu tugas negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan adalah sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa karena itulah memiliki peranan yang sangat penting.

Apa Konsep Sekolah Boarding School Itu?

Tujuan dari pendidikan adalah untuk mengembangkan secara maksimal aspek-aspek penting di dalam diri anak didik yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Pendidikan yang diberikan kepada anak didik atau siswa akan membawa pengaruh yang sangat besar pada perkembangan jasmani, rohani serta psikologisnya.

Konsep sekolah boarding school atau sekolah berasrama memiliki tujuan untuk memaksimalkan tercapainya tujuan pendidikan seperti yang disebutkan di atas. Era modernisasi dan teknologi digital memang membawa banyak kemudahan serta keuntungan di banyak bidang. Hanya saja bersamaan dengan itu muncul juga masalah sosial baru berupa banyaknya pengaruh negatif pada anak.

Kesibukan orang tua yang sangat tinggi terutama pada mereka yang tinggal di daerah perkotaan membuat anak menjadi tidak terkontrol. Padahal diluar sana pengaruh negatif contohnya seperti tawuran, narkoba, pergaulan bebas mulai merasuki kehidupan anak remaja terutama usia SMP dan SMA. Sekolah boarding school menjadi bentuk upaya orang tua untuk melindungi anak-anaknya.

Bersekolah di boarding school aktivitas anak akan terpantau selama 24 jam per hari sehingga orang tua tidak perlu kuatir dengan pengaruh hal-hal negatif tersebut. Selain itu dengan mengenyam pendidikan di sekolah berasrama para siswa akan lebih maksimal belajarnya sehingga mampu menghasilkan prestasi terbaiknya. Mereka akan dibimbing oleh para pendidik dengan kualifikasi terbaik juga.

Sejarah dan Asal Muasal Boarding School

Berbicara tentang asal-muasal boarding school konsep sekolah berasrama atau boarding school yang sekarang banyak digunakan tersebut sebenarnya mengadopsi dari pondok pesantren. Seperti kita ketahui bersama bahwa pondok pesantren merupakan tempat dimana orang-orang yang ingin belajar agama atau disebut dengan santri menuntut ilmu.

Para santri selama masa memperdalam ilmu keagamaan kepada para ustadz dan ulama akan tinggal di pondok tersebut. Konsep itulah yang kemudian menjadi dasar berkembangnya sekolah berasrama atau boarding school dimana para siswa belajar dan tinggal di tempat yang sama.

Pada prinsipnya boarding school merupakan lembaga pendidikan dimana siswa belajar serta tinggal dan hidup menyatu di satu lingkungan. Semua kebutuhan hidup dan untuk belajar akan dipenuhi oleh pihak sekolah. Pada sekolah boarding school disediakan fasilitas asrama sebagai tempat tinggal para siswa selama mereka mengenyam pendidikan di sana.

Mengapa konsep boarding school muncul di Indonesia? Pada tahun 1990-an atau sekitar dua dekade yang lalu di dalam masyarakat mulai muncul kegelisahan. Rasa gelisah tersebut ada karena masyarakat menganggap kondisi generasi muda saat itu terbagi kedalam 2 kelompok.

Kelompok yang dimaksud yaitu mereka yang dinilai terlalu ekstrim dengan agama karena belajar di pondok pesantren dan yang dianggap terlalu menekankan duniawi sebagai hasil dari pendidikan di sekolah umum. Dibutuhkan sebuah konsep yang bisa menjadi “penengah” antara dua kondisi tersebut.

Itulah mengapa akhirnya konsep boarding school yang mengawinkan sistem pendidikan pondok pesantren dan sekolah umum.  Boarding school dianggap menjadi jawaban atas sistem pendidikan di Indonesia yang belum komprehensif dan holistik.

Dengan konsep boarding school yang komprehensif holistik diharapkan bisa menciptakan lingkungan pendidikan ideal yang akan menghasilkan generasi unggul penggerak gerbong kehidupan sosial, ekonomi, politik dan agama. Meskipun asal-muasal boarding school mengadopsi pesantren, namun kurikulum pengajarannya berbeda. (*)