BOGOR TODAY – Adanya rencana pembangunan parkir elektronik di kawasan ruko sektor 6 Yasmin, Jalan Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor membuat juru parkir di kawasan tersebut meminta bantuan Komisi II DPRD Kota Bogor.

Fikri Nugraha juru parkir konpensional mengungkapkan, surat audensi yang dikirimkan ke gedung DPRD Kota Bogor ini mengacu atas dasar pada kasus yang sedang bergulir di Ruko Sektor 6 Yasmin.

Di mana di wilayah tersebut sedang ada permasalahan tentang akan dibangunnya parkir elektronik (e-Parkir) yang tentunya membuat juru parkir yang sudah puluhan tahun bekerja di lokasi tersebut akan terdampak bahkan tergusur.

Baca Juga : Virus Corona Gagalkan Pembelajaran Tatap Muka

“Untuk itu kami di sini melakukan aksi untuk mempertahankan nasib juru parkir yang ada di sana. Dan melalui surat audensi ini kita ingin dewan itu tahu dan kami akan sampaikan semuanya dihadapan para wakil rakyat yang duduk di komisi 2 ini,” katanya.

Ia berharap melalui surat audensi yang disampaikan itu, para anggota DPRD dapat mendengar aspirasi daripada warganya yaitu didalam memperjuangkan hak hak jukir yang sudah 20 tahun mencari nafkah di tempat tersebut. Sehingga, ada sikap tegas dari anggota dewan ini.

“Kami harap para anggota dewan ini dapat membantu dan mengeluarkan sikap. Kami akan tetap berjuang di lapangan dan selalu mempertahankan area parkir yang di mana menjadi tempat mencari nafkah itu selama kurang lebih 20 tahun,” harapnya.

Baca Juga : Camat Wawan Tak Terima Tudingan Anggota Dewan Jenal

Sementara, Ketua Komisi II Rusli Prihatevy merespon perihal permasalahan warga di wilayah Yasmin ini. Ia pun mempersilakan kepada warga untuk bersurat ke DPRD Kota Bogor di mana nantinya akan ada pertemuan guna membahas permasalahan tersebut. “Ya silakan saja, siapkan surat permohonannya,” katanya. (Heri)