Oleh : Heru B Setyawan (Guru Senior SMA Pesat School Of Talent)

SAMPEYAN pro penjajah Israel itu artinya anda anti NKRI, kok bisa bro? Ya jelas kan di Pembukaan UUD NKRI Tahun 1945 alinea ke empat menyebutkan tujuan nasional yaitu 1 melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, 2 memajukan kesejahteraan umum, 3 mencerdaskan kehidupan bangsa, dan 4 ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
NKRI itu anti penjajahan seperti yang menjadi tujuan nasional dari NKRI yang terdapat di atas. Gak boleh protes ini harga mati bro.

Baca Juga : SAATYA PENJAJAH ISRAEL HENGKAN DARI PALESTINA

Maka sejak Soekarno sampai sekarang Indonesia tidak mengakui keberadaan negara Israel, karena Israel itu negara penjajah (zionis). Ya Israel negara penjajah dengan mencaplok wilayah bangsa Palestina.

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,” begitu pernyataan Soekarno pada tahun 1962.

Apalagi Soekarno yang menjadi salah satu tokoh dan pencetus KAA (Konferensi Asia Afrika) pada tahun 1955. Seperti kita ketahui dampak positif dari KAA adalah banyak negara di Asia dan Afrika yang merdeka karena mendapat semangat dari Soekarno untuk melepaskan dari belenggu penjajahan.

Baca Juga : KESUCIAN IDUL FITRI UNTUK KEBERKAHAN NKRI

Keren dan hebat kan Bung Karno pada waktu itu, ngerti ora son? Kok sekarang ada orang Indonesia yang pro penjajah Israel, kan aneh bin ajaib. Apa orang-orang ini tidak pernah membaca sejarah KAA, atau tidak pernah membaca UUD NKRI tahun 1945?

Influencer dan hafiz Al Quran, Taqy Malik mengatakan kekecewaannya terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Sebab, dia menilai banyak sekali warga yang ternyata mendukung Israel.

“Yang mirisnya lagi di Indonesia banyak masyarakat yang justru pro sama Israel, dan mereka itu muslim loh, bayangkan. Dimana hati nurani mereka,” tegasnya (16/5/2021).

Taqy pun menghargai upaya sebagian selebriti yang mau ikut bersimpati atas penderitaan rakyat Palestina. “Gua jujur, gua sangat respect kepada teman-teman seluruh artis, influencer, selebgram yang bersuara, speak up, tentang kondisi Palestina saat ini. Thank you, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua,” jelasnya.

Ini ada fakta yang lebih top markotop dari seorang Yahudi (Israel) Albert Einstein yang menentang berdirinya negara Israel.”Saya lebih memilih melakukan perjanjian dengan orang Arab dengan tujuan agar bisa hidup berdampingan ketimbang harus membangun negara untuk orang Yahudi,” katanya.

Baca Juga : HARDIKNAS 2021 BANYAK PR HARUS DISELESAIKAN MAS NADIEM

Pernyataan tersebut diucapkan salah satu pria paling jenius di muka bumi ini pada 17 April 1938 saat pidato di New York City. “Ide untuk membangun sebuah negara tidak sama dengan apa yang terlintas di hati saya. Saya tak paham kenapa harus didirikan negara tersebut. Pembangunannya masih berhubungan dengan pemikiran sempit dan halangan ekonomi. Saya yakin hal ini akan menjadi hal yang buruk. Saya selalu mencoba melawannya,” katanya (Januari 1946).

Namun, pertentangan Einstein terhadap zionisme ternyata dipertahankannya bahkan ketika dirinya mendekati ajal. Dirinya pernah menolak tawaran menjadi presiden dari negara yang ditentangnya, Israel.

Saat itu, Einstein pernah diminta presiden pertama Israel, Chaim Weizmann, untuk menggantikan posisinya jika dia meninggal. Einstein secara halus menolak permintaan tersebut, hingga wafatnya pada 1955, tak sekalipun Einstein mengindahkan tawaran ini.
Maka ayo penulis mengajak semua pembaca yang budiman untuk membantu bangsa Palestina lepas dari penjajahan Israel, sesuai kemampuan dan fungsi kita masing-masing. Bukan malah mendukung penjajahan Israel, itu namanya Jaka Sembung main gitar, gak nyambung bro. Jayalah Indonesiaku. (*)