BOGOR TODAY – Puluhan Alumni STM yang tergabung dalam Forum Alumni STM (FORAS) dan Alumni STM Bogor Bersatu turun kejalan membagikan makanan berbuka puasa kepada masyarakat di Jalan Ir Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (9/5/2021) sore.

Alumni STM YKTB 1 Bogor, Reptil Terminal mengatakan, bagi-bagi makanan atau takjil kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa ini merupakan lanjutan dari kegiatan santunan anak yatim yang sudah dilakukan teman-teman alumni STM beberapa waktu lalu.

“Di bulan Ramadan tahun ini kita punya beberapa agenda berbagi kebahagiaan, dimana sebelumnya kita melaksanakan santunan anak yatim dan sekarang kita lanjut dengan berbagi makanan untuk buka puasa sebanyak 600 paket,” kata Reptil kepada Bogor Today.

Dia menjelaskan, selain menebar kebaikan di bulan ramadan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi sesama alumni STM, sekaligus memberikan contoh kepada adik-adik kelas yang masih bersekolah untuk stop tawuran antar pelajar.

“Kami para alumni STM semuanya bersatu, semuanya saudara. Tidak ada lagi yang namanya benturan atau tawuran, jadi kami berharap dengan apa yang kita lakukan ini menjadi contoh agar kedepannya adik-adik kelas kami ini tidak lagi tawuran. Kita ingin Bogor aman dan damai, kita para alumni akan terus gaungkan perdamaian, persahabatan, persaudaraan ini kepada para penerus kami,” jelasnya.

Ditempatkan yang sama, Alumni STM Negeri Bogor Angkatan 2007, Reza menuturkan, dari 600 paket ini dibagikan kepada masyarakat yang kebetulan berada di seputar Jalan Ir Djuanda, mulai dari petugas kebersihan, anak jalanan, pengemudi ojok online (ojol), sopir angkot, hingga petugas keamanan.

“Inti dari kegiatan ini kita ingin anak-anak STM itu bersatu yang bisa menciptakan suasana aman, nyaman dan damai. Jangan sampai ada lagi gesekan satu sama lain, karena kita semua saudara,” ungkapnya.

Sementara itu, Alumni STM Bina Warga Bob menambahkan, semua takjil untuk berbuka puasa ini semuanya murni dari teman-teman alumni STM. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus untuk mengkampanyekan stop tawuran, stop budaya negatif terhadap adik-adik kelas yang masih bersekolah.

“Kita mengajak adik-adik kelas untuk sama sama memutus budaya negatif yaitu tawuran dan juga gengster. Mari kita perbaiki budaya negatif ini kearah positif, seperti apa yang sudah kita lakukan ini,” pungkasnya. (Heri)