
Sementara itu, Wali Kota Bogor menjelaskan, bahwa data covid di Kota Bogor menunjukkan terjadi lonjakan, dimana dari kasus tersebut berdampak bagi ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit di Kota Bogor.
“Kalau tadinya di Kota Bogor di bawah 20 persen bahkan perhari ini angkanya 50 persen, di RSUD sendiri sekitar 75 persen, pasien terus bertambah. Tadi malam cukup padat arus pasien masuk ke RSUD ini sehingga RSUD harus menambah hingga 138 pasien,” kata Bima.
“Ini menunjukkan bahwa Kota Bogor harus betul-betul melakukan langkah langkah cepat, karena kita pun mengantisipasi bahwa varian baru telah masuk di Jakarta dan konektivitas antara Bogor dan Jakarta itu sangat erat, sehingga sangat mungkin apabila kita tidak berwaspada maka varian berada di tengah tengah kita atau bahkan sudah ada di tengah tengah kita,” tambahnya.
Baca Juga : PUPR: Surat Sudah Dilimpahkan, Harusnya Satpol PP Segera Tindak Tower Bodong
Untuk mengantisipasi itu, lanjut Bima, maka Pemkot melalui Satgas sepakat melakukan beberapa hal, yaitu meminta agar seluruh rumah sakit menambah fasilitas ruang ICU tempat tidur. RSUD sendiri sudah menambah kapasitasnya, dan pihaknya akan meminta untuk data-data seluruh rumah sakit ditambah.
Bukan itu saja, Ia pun meminta kepada warga Bogor untuk mengurangi mobilitas. “Jadi sebaiknya kalau tidak ada kepentingan terkait dengan tugas atau pekerjaan atau hal-hal lain maka sebaiknya menahan diri untuk tidak keluar rumah, karena data menunjukan bahwa angka mobilitas ini sangat berbanding lurus dengan lonjakan kasus positif,” ujarnya.
Selain itu, khusus di akhir pekan dirinya juta meminta agar warga Bogor untuk menahan diri, tidak bepergian maupun berwisata, begitu juga dengan warga di luar Kota Bogor untuk menahan diri. “Karena diakhir pekan kami akan melakukan langkah-langkah seperti apa yang sudah disampaikan Kapolresta Bogor Kota,” tandasnya. (Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















