BOGOR TODAY – Kondisi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan peran pemerintah untuk bertahan hidup. Untuk selamat dari pandemi, UMKM dalam negeri dituntut cepat beradaptasi.

Namun tak sedikit para pengusaha mikro di Kota Bogor yang tak lolos verifikasi, meski mereka telah mengajukan
Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau dikenal Bantuan Langsung Tunai UMKM (BLT UMKM).

Baca Juga : Polisi Gerebek Pesta Narkoba Berkedok Temu Keluarga di Puncak Bogor

Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Koperasi Kota Bogor terdapat 6.303 pelaku UMKM yang telah mendaftarkan diri agar mendapatkan bantuan. Dari jumlah tersebut hanya 4.119 yang lolos verifikasi.

Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor, R. Medi Sandora mengklaim ribuan pelaku UMKM di Kota Bogor itu telah diajukan sebagai penerima BLT UMKM pada Mei dan Juni.

“Dari jumlah 6.303 itu, hanya 4.119 pelaku UMKM yang lolos verifikasi. Artinya ada 2.184 pelaku UMKM yang tidak lolos,” kata Medi, Sabtu (5/6/2021).

Baca Juga : PohonSetinggi 12 Meter Tumbang, Aliran Listrik Padam

Dengan demikian, dirinya mengaku tak mengetahui secara pasti penyebab ribuan pelaku UMKM di Kota Bogor itu tak lolos verifikasi pada sistem di Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Karena yang melakukan verifikasi langsung kementerian. Kami di dinas hanya melakukan pendataan saja,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada pelaku UMKM Kota Bogor yang telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan BLT UMKM bisa memastikan statusnya apakah terdaftar sebagai penerima atau belum.

“Untuk memastikan statusnya apakah sudah terdaftar sebagai penerima atau belum, mereka bisa mengecek langsung secara online dengan mengakses https://eform.bri.co.id/bansos/penerima_bpum,” terangnya.

Baca Juga : PeringatiHari Lansia, Puluhan Anggota LVRI Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Untuk diketahui, Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM atau Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dilanjutkan tahun 2021, dengan besaran Rp 1,2 juta.

Sementara, total anggaran dari BLT UMKM ini sebesar Rp 15,36 triliun, yang diberikan oleh pemerintah untuk 12,8 juta pelaku usaha mikro.

Adapaun kategori yang diutamakan untuk menerima BLT UMKM 2021 adalah pelaku usaha mikro terdampak. (B. Supriyadi)