Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)

SEKARANG lagi heboh orang membicarakan pembatalan jamaah haji Indonesia tahun 2021, banyak berita simpang siur, banyak hoaxs dan fitnah berseliweran. Dan biasa dilanjutkan ada yang pro dan kontra, saling menyerang, nyinyir, ujaran kebencian, bahkan ada yang dilaporkan ke polisi, astaghfirullah.

Baca Juga : PELAJAR PANCASILA MENCETAK MANUSIA INDONESIA BERKUALITAS

Maka santuy saja bro, kita bahas dengan kepala dingin, tidak perlu emosi, sambil nimum secangkir kopi. Baik akan penulis bagas hal ini. Coba pembaca yang budiman untuk membaca berita ini dengan penuh keimanan agar kita tidak salah dalam menanggapi suatu kejadian, alias cek and ricek.

Ma’ruf Amin Tandatangani Dana Haji untuk Proyek Infrastruktur? Ini Faktanya. Beredar artikel berita berjudul “Dana Haji Dipakai Untuk Infrastruktur, Ma’ruf Amin: Saya Yang Tanda Tangani”. Tautan berita ini beredar di Facebook atas nama Salim Wahab (17 Juni 2020).

“Dari hasil penelusuran kami, klaim bahwa Ma’ruf Amin menandatangani dana haji untuk proyek infrastruktur adalah salah. Faktanya, dana haji saat ini senilai Rp135 triliun tersimpan dalam bentuk valuta asing dan rupiah yang dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid. Kesimpulannya berita tersebut hoaxs.

Di tengah polemik pemerintah tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu meluruskan kabar tersebut.

Dalam penjelasannya di Radio Elshinta (Sabtu, 5/6), Anggito Abimanyu mengatakan, ini adalah kesempatan yang baik untuk mengklarifikasi sejumlah hal, termasuk penggunaan dana haji juga digunakan pemerintah untuk memuluskan proyek infrastruktur. “Dana hajinya aman. Alhamdulillah, kami mengelolanya dengan prudent dan profesional. Bisa dilihat di laporan audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” ujarnya.

“Mohon dicek, apakah ada lokasi untuk infrastruktur? Ya, tidak ada,” sambungnya. Hal lain yang diluruskannya adalah bahwa pembatalan pemberangkatan jamaah haji asal Indonesia tahun ini karena Indonesia memiliki utang kepada pengelola haji di Arab Saudi.“Dan, apakah ada utang kita kepada pihak ketiga, termasuk Arab Saudi? Ya, tidak ada juga,” katanya.

Oke sudah jelas dan terang benderang, maka kita ambil hikmahnya saja dari takdir Allah ini, yaitu:

Dalam buku Salat & Amalan Fatimah az Zahra oleh Abbas Azizi, dalam hadist Rasulullah SAW berkata kepada Fatimah: “Janganlah engkau tidur sebelum mengerjakan empat hal. Pertama, mengkhatamkan al-Qur’an. Kedua, menjadikan para nabi sebagai pemberi syafaat bagimu. Ketiga, meminta ridha dari semua kaum muslimin. Keempat, melaksanakan haji dan umrah”. Fathimah bertanya kepada Rasulullah, “Bagaimana mungkin aku melakukan itu semua sebelum tidur?”

Seraya tersenyum, Rasulullah SAW menjawab: “Bacalah Surat Al Ikhlas tiga kali karena sama halnya dengan mengkhatam Alquran. Kemudian bacakan sholawat untukku agar mendapat syafaat dariku dan para nabi sebelumku. Lalu untuk mendapatkan rasa ridha dari kaum Mukmin maka hendaklah membaca istighfar bagi dirimu, orangtuamu, dan seluruh kaum Muslim. Sedangkan untuk menunaikan haji dan umrah, umat Muslim dapat membaca subhanAllaah walhamdulillaahi walaa ilaaha illa Allahu wAllaahu akbar karena dinilai sama dengan orang yang melakukan haji dan umrah.”

Selain hadist di atas masih banyak hadist lain yang menyebutkan amalan yang setara dengan naik haji dan umrah, yaitu berbakti kepada orang tua, berniat haji, menuntut ilmu di majelis taklim, shalat sunnah di masjid, shalat isyraq, shalat wajib berjamaah di masjid, jaga wudu ketika mau ke masjid.

Semua ini untuk mengobati muslim yang belum naik haji dan umrah serta calon jamaah haji yang tertunda kebarangkatannya. Dan itu menunjukkan betapa islam itu agama yang mudah dan memberi solusi. Jayalah Indonesiaku. (*)