Oleh : Heru B Setyawan (Guru Senior SMA Pesat School Of Talent)

MENURUT Permendikbud No 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kemendikbud Tahun 2020-2024. Yang dimaksud dengan Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Baca Juga : HIKMAH KEMENANGAN HAMAS PALESTINA TERHADAP PENJAJAH ISRAEL 

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

Artinya pelajar Indonesia yang memahami ajaran agama dan menerapkan dalam kehidupannya sehari-hari.

Memang sejak tahun 2000 kehidupan beragama secara umum semakin membaik. Ini terlihat dari semakin banyaknya sekolah Islam Terpadu, muslimah memakai hijab, majelis taklim, ilmu, dzikir dan sholawatan serta terjadinya tren kaum milenial dan selebritis yang hijrah.

Tapi kita juga prihatin, masih banyak juga Islam KTP, Islam abangan, Islam Kejawen dan aliran sesat. Sementara masih banyak juga kaum milenial yang jauh dari kehidupan agama. Ini bisa dilihat dari sedikitnya anak muda yang melaksanakan shalat berjamaah di Masjid, terutama shalat subuh.

Jadi PR besar bagi kita semua untuk berdakwah dengan semakin baik sesuai selera milenial, karena dakwah itu kewajiban kita semua, agar pelajar Indonesia suka belajar agama dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : HARI KEBANGKITAN NASIONAL DALAM 2 VERSI 

2. Berkebinekaan global

Artinya pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitas, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.

Intinya pelajar Indonesia itu jangan jadi warga negara Indonesia saja dalam berprestasi, tapi juga menjadi warga dunia dalam berprestasi bro. Atau jangan hanya jago di kandang dalam negeri, tapi juga harus jago di dunia internasional.

Tapi itu semua tetap pelajar Indonesia cinta dan bangga dengan ciri khas bangsa Indonesia, jangan malah ngefan sama K-Pop.

Baca Juga : EINSTEIN SAJA ANTI ISRAEL, KAMU YANG NKRI KOK PRO ISRAEL 

3. Bergotong royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.

Saatnya pelajar Indonesia berkolaborasi dan bersatu untuk membangun NKRI ini, jangan ada lagi tawuran dan saling membully. Jangan ada lagi istilah cebong, kampret dan kadrun.

4. Mandiri

Artinya pelajar Indonesia harus bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnyaPelajar Indonesia harus tahan banting dan sabar, menghadapi arus globalisasi dan IT yang begitu luar biasa, gak boleh kendor.

5. Bernalar kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Artinya pelajar Indonesia tidak mudah percaya sama informasi fitnah dan hoaxs.

Baca Juga : SAATNYA PENJAJAH ISRAEL HENGKANG DARI PALESTINA 

6. Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat dan berdampak.

Artinya pelajar Indonesia harus gas pol untuk berkreatif dan berprestasi pada jaman digital ini. InsyaAllah dengan 6 ciri Pelajar Pancasila dan ditambah pendapat dari penulis, akan mencetak manusia Indonesia yang berkualias, berperilaku global, tapi tetap cinta dan bangga dengan jati diri Indonesia serta yang soleh/solehah, Aamiin. Selamat hari Pancasila 1 Juni, Jayalah Indonesiaku. (*)