BOGOR TODAY – Mengingat kembali sejarah Kota Bogor, dan juga Aksara sunda sebagai salah satu kebudayaan yang telah berusia lebih dari 16 abad lalu, Komunitas Sekolah Pulo Geulis Benghar berkolaborasi dengan Urang Bantu (Urban) Sakola yang konsen terhadap pendidikan memperkenalkan aksara sunda dan belajar fotografi dasar terhadap anak-anak di lingkungan Pulo Geulis.

Lazyra Amadea, Ketua Komunitas Sekolah Pulo Beunghar menyebut kegiatan itu merupakan dalam memeriahkan ke 539 Hari Jadi Bogor. Di sisi lain, Zyra, menyebutkan keprihatinannya terhadap anak-anak yang tak pernah mengetahui sejarah Kota Bogor terlebih aksara sunda.

Menurutnya, kebudayaan Sunda memiliki kekayaan peninggalan kebudayaan berupa benda-benda bertulis, seperti prasasti, piagam, serta naskah kuno yang cukup banyak. Hal ini menunjukkan adanya kecakapan tradisi tulis-menulis di kalangan masyarakat Sunda. Kenyataan tersebut sekaligus membuktikan adanya kesadaran yang tinggi dari para pendahulu masyarakat Sunda mengenai pentingnya penyampaian informasi hasil ketajaman wawasan, pikiran, dan perasaan mereka berupa gagasan atau ide-ide yang mereka rekam melalui sarana bahasa dan aksara pada setiap kurun waktu yang dilaluinya.

“Penyampaian kembali aksara Sunda kepada anak anak menjadi momentum untuk dapat mengingat sejarah lebih dekat,” ungkap Zyra sapaan akrabnya, Jumat (4/62021).

Dengan adanya kegiatan tersebut, sambung Zyra anak anak disekitar Pulo Geulis memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan banyak bakat yang dapat dikembangkan.

Tak hanya belajar menulis aksara Sunda, mereka juga diberikan materi fotografi, meski menggunakan handphone. Zyra beralasan, fotografi merupakan salah satu cara yang tepat dan digemari anak anak karena handphone menjadi perangkat yang dekat dengan anak anak saat pembelajaran daring (online). Untuk mengimbangi aktifitas anak anak menggunakan handphone agar lebih positif, disela sela waktu luangnya mereka bisa belajar bercerita lewat visual dengan mengambil gambar, membuat satu cerita mengenai lingkungan sekitarnya.

Untuk diketahui, Sekolah Pulo Geulis Benghar ini pertama kali didirikan 2019, oleh salah satu fotografer bernama Zyra yang berprofesi sebagai fotografer. Saat ini dirinya tengah fokus menyelesaikan sebuah buku mengenai keberagaman dan kerukunan orang-orang Tionghoa dengan masyarakat di Pulo Geulis, sebagai bentuk dari pengabdian untuk masyarakat, Ia memberikan edukasi secara sukarela dalam bentuk mengajar fotografi melalui handphone langsung di lapangan kepada anak anak yang tinggal dekat Sungai Ciliwung dan di Kelenteng Pan Kho agar kelak bisa bercerita banyak mengenai keberagaman dan mempelajari kearifan lokal wilayah tempat tinggalnya.

Urban Sakola merupakan kepanjangan dari Urang Bantu Sakola yang diambil dari Bahasa Sunda yang berarti mari bantu sekolah. Komunitas sosial yang terbentuk pada tanggal 12 April tahun 2014 ini bergerak dan peduli terhadap kemajuan pendidikan yang berbudaya di Indonesia, khususnya di wilayah Bogor. (B. Supriyadi).