“Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan kepada keluarga dan warga kampung atas peristiwa itu. Warga yang ikut mengamankan saat itu juga sudah diambil keterangan untuk klarifikasi kejadian video yang viral tersebut,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, jhosua lubis yang mengaku sebagai keponakan dari pasien atas nama Salamat Sianipar (45) menceritakan pada awalnya tulang atau pamannya terpapar Covid-19, lalu dokter memintanya untuk menjalani isolasi mandiri. Namun masyarakat tidak terima, sehingga pamannya itu diasingkan dari Kampung Bulu Silape.

BACA JUGA :  Atasi Perlintasan Sebidang, Pemkot Bogor Siapkan Flyover M.A. Salmun dan Underpass Kebon Pedes

“Dia kembali lagi kerumahnya, tetapi masyarakat tidak terima. Malah masyarakat mengikat dan memukuli dia seperti hewan serta tidak ada rasa manusiawi,” tulis Jhosua dalam keterangan videonya.

Kata dia, Salamat tak dapat menyelamatkan diri lantaran dikelilingi sejumlah massa. Beberapa di antaranya memegang kayu berukuran panjang. Salamat sempat terduduk, namun kemudian tali yang mengikat tangannya ditarik.

BACA JUGA :  Bidadari dan Pasangan Surga: Bagaimana Islam Memandang Kebahagiaan Abadi bagi Laki-laki dan Perempuan?

Dengan demikian, Selamat tersungkur di jalanan aspal. Terlihat Salamat sempat bangun kembali, namun warga kembali mendaratkan pukulan mengguakan kayu hingga kayu tersebut patah.

Tak hanya memukul, warga berusaha mengikat Salamat pada kayu panjang. Tak ada satupun warga yang menolong Salamat. Warga yang menganiayanya tampak mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker.
(fnr/CNN/B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================