BOGOR TODAY – Pemerintah telah mengumumkan secara resmi pemberlakuan PPKM Darurat, tak terkecuali Kabupaten Bogor. Walhasil, bebrapa kebijakan aturan pun dikeluarkan demi menekan arus gelombang Covid-19 yang konon meningkat drastis.

Namun, dibalik kebijakan sakti yang diklaim pemerintah bisa mengurangi merebaknya penularan virus dari Wuhan Cina itu, timbul masalah baru yakni, kejahatan meningkat. “Situasi ini dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya,” kata Imam, salah seorang ojek online (Ojol) yang beroperasi di wilayah Bogor – Depok.

Baca Juga : GegaraMafia Aset, Mahasiswa dan Pejabat Kemenkes Perang Mulut

Baca Juga :  Negara Berikan Fasilitas Mewah Untuk Isolasi Mandiri Para Anggota Dewan

 

Imam berujar, semenjak diberlakukannya PPKM darurat, aktifitas masyarakat dibatasi, imbasnya geliat ekonomi pun mengendur. Banyak pedagang maupun para pelaku usaha kecil maupun menengah yang tutup akhirnya pun jalanan sepi.

“Di depan CCM saja sudah dua kali kejadian pecah kaca mobil. Biasanya sasaran pelaku kejahatan yakni kendaraan yang terparkir di pinggir jalan. Karena jalanan sepi dan tidak ada aktifitas masyarakat yang biasanya Rama, jadi dimanfaatkan para pelaku kejahatan,” ujar dia.

Baca Juga :  E-Warong BSP Muarasari Tak Ramah Lingkungan, Ancam Keselamatan KPM

Tidak hanya itu, pencurian kendaraan bermotor juga mulai meningkat. Pelaku pencurian khususnya roda dua mulai menyasar ke kendaraan ojek online, baik dengan cara mencuri biasa hingga pencurian dengan kekerasan.

Baca Juga : HilangKendali, Pengendara Trail Tewas Tertabrak Truk

“Mungkin dengan kondisi seperti ini akhirnya orang – orang kalangkabut, apapun akan dilakukan demi uang dan demi menyambung hidup. Mungkin, pelaku pencurian juga bukan hanya sindikat saja, tapi warga yang kepepet ekonomi karena kondisi Covid seperti ini,” pungkasnya. (Aditya)