
“Ini sangat melibatkan peran perempuan, yaitu para ibu rumah tangga bagaimana memilah, mendaur ulang, dan menjadikan sampah rumah tangga lebih bernilai. Ini penting sebab sampah ini juga salah satu faktor penyebab banjir,” kata Ade Yasin.
Menurutnya, program peduli lingkungan itu telah ia tuangkan juga dalam Instruksi Bupati kepada setiap desa dan kelurahan agar masing-masing memiliki satu kampung ramah lingkungan (KRL), sebagai tempat memilah sampah dari sumbernya.
Pasalnya, kini ia tengah konsen dalam menjaga lingkungan sebagai langkah pencegahan dini terjadinya bencana alam di Kabupaten Bogor. Terlebih, di wilayahnya terdapat hulu dari Sungai Ciliwung.
“Salah satu upaya konservasi lingkungan yang kita lakukan salah satunya melakukan penanaman puluhan ribu vetiver secara masal di daerah zona merah bencana alam,” kata Ade Yasin.
Tak hanya menanam pohon, Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan membangun lima waduk dengan menggandeng Pemerintah Daerah tetangga dan Pemerintah Pusat. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















