
Kemudian, pihaknya juga telah menyiapkan daftar periksa secara lengkap, mulai dari Kordinator Layanan Satuan Pendidikan (Koryandik), Satgas Covid kecamatan dan puskesmas setempat serta dipersiapkan juga metode pembelajaran kombinasi seperti PTM dan pembelajaran secara daring.
Wahyudin menyebut, karena adanya kelonggaran seperti saat ini, pihaknya menyelenggarakan PTM secara penuh. Namun tetap mengikuti syarat.
“Untuk kelas satu itu dibagi menjadi dua shift. Sementara bagi kelas tiga tidak diperkenankan masuk dahulu, kelas 4A juga diterapkan sistem shift. Namun dikhawatirkan ada teguran dari orang tua siswa jadi shift keduanya tidak diizinkan PTM. Hal itu juga mengingat pada jam tertentu kelasnya sudah digunakan kelas lain,” terangnya.
Meski PTM telah diperbolehkan pemerintah, namun masih terdapat sebagian orang tua yang tidak mengizinkan PTM terbatas, karena diduga merasa was-was. Dengan demikian, pihaknya tetap mengizinkan siswanya belajar secara daring.
“Jika memang kami mengadakan PTM terbatas, alhamdulillah pada tahap uji coba sampai dengan saat ini tidak ditemukan konrfimasi positif covid dan sekarang sudah berjalan lancar. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” pungkasnya. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















