“Upaya lain juga dilakukan dengan tidak langsung atau intervensi sensitif melalui, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan gender,” kata Ade, Senin (6/9/2021).

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor, Intan Widayati menerangkan bahwa pentingnya gizi selama mengandung atau setelah anak dilahirkan, terutama ASI eksklusif selama dua tahun.

BACA JUGA :  Dua SK Pengurus Beredar, Ketua Kadin Kota Bogor Versi Dona Disomasi Terbuka

“Juga soal pemantauan pertumbuhan balita di posyandu

“Sebagai upaya deteksi dini masalah gizi atau gangguan pertumbuhan pada balita, ibu harus lebih sering membawa balitanya ke posyandu sehingga nantinya dapat dirujuk ke tenaga kesehatan untuk ditangani, ”kata Intan.

Dirinya berharap, peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dapat ikut membantu Dinkes Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kader, serta pengembangan pengorganisasian masyarakat.

BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

Termasuk mendorong pemanfaatan dana desa untuk pencegahan stunting dalam penyediaan sarana prasarana posyandu. Peningkatan peran aktif TP-PKK dan kader dalam menggerakan individu dan masyarakat.

“Dengan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak tentunya dapat menumbuhkan kesadaran, kemampuan dan kemauan dalam berperilaku sehat dalam pencegahan stunting,” pintanya.
(B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================