Ilustrasi pemukiman. Foto :Republika

BOGOR-TODAY.COM, JAKARTA – Pemukiman di sekitar wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogor Barat dan Bogor Selatan, dinilai menjadi biang kerok banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu di kawasan Barat Kabupaten Bogor.

Melansir cnnindonesia.com, Rabu (8/9/2021) Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat Meiki Paendong menyebut banjir bandang di wilayah Bogor Barat tak sepenuhnya disebabkan oleh intensitas hujan deras sehingga debit air Sungai Cidurian meluap.

BACA JUGA :  Tragedi Camping di Temanggung Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Penggunaan Kompor Portabel

Menurutnya, kerusakan lingkungan di sekitar Bogor, terutama di bagian hulu yakni Gunung Salak, sedikitnya berkontribusi menyebabkan banjir bandang.

“Ada kontribusi mikro akibat dampak dari alih fungsi lahan di kawasan hulu, tata ruang yang tidak terukur, dan tumbuhnya kawasan permukiman di daerah resapan sungai,” kata Meiki.

Menurut pengamatan Walhi, alih fungsi lahan terbuka hijau di sekitar Gunung Salak menyebabkan daerah resapan air berkurang. Kondisi itu diperparah dengan bertambah banyaknya pembangunan permukiman penduduk, rumah tinggal sementara seperti hotel atau villa, hingga penambangan emas ilegal di sekitar Gunung Salak.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Berkurangnya daerah resapan air di hulu tersebut tentunya berdampak pada bagian hilir. Di samping itu, pada bagian hilir, pemerintah juga tak menyoroti pembangunan tata ruang kota sehingga daerah aliran sungai dibiarkan dijadikan pemukiman penduduk.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================