Oleh : Heru B Setyawan (Guru SMA Pesat School Of Talent)
SEBANYAK 80 persen sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Bogor, Jawa Barat tercatat sudah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Ada beberapa yang uji coba dan sebagian sudah berjalan. Rata-rata sudah melaksanakan PTM 80 %, sedangkan 20 % lagi dalam tahap persiapan, itu kata Bupati Bogor Ade Yasin.
Masih kata Ade Yasin, untuk bisa melaksanakan PTM ini tidak main-main melainkan dilakukan dengan proses yang sangat ketat. Di mana, penerapan protokol kesehatan merupakan aspek utama.
Berkaitan dengan syarat penerapan prokes ketat tertuang dalam aturan yang telah disepakati oleh Koordinator Pelayan Pendidikan, guru, kasek, dan stakeholder pendidikan.
Penulis sebagai salah satu guru di SMA merasakan banyak manfaat yang kita dapat dari PTM yaitu, adanya semangat baru dan seperti jadi guru baru lagi karena selama ini kita melakukan pembelajaran secara online, dengan memakai aplikasi zoom atau google classroom.Jelas berbeda langit dengan bumi belajar secara DARING dengan PTM.
DARING adalah akronim dari dalam jaringan. Artinya, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya. Merinci kegiatan-kegiatan daring di antaranya, webinar, kelas online, KKN online, hingga kuliah online.
Seluruh kegiatan dilakukan menggunakan jaringan internet dan komputer, bisa dengan zoom, google classroom dan lain-lain.
Suasananya sungguh berbeda, antara DARING dengan PTM, sensasinya jelas berbeda, mudahnya nonton sepak bola di televisi dengan nonton langsung di lapangan jelas beda jauh bro. Ya lebih menyenangkan bertemu anak-anak di kelas dari pada di bertemu lewat zoom dan google classroom.
Apalagi untuk mata pelajaran yang sulit seperti matematika, fisika, kimia, akuntansi dan hafalan Al Qur’an, dengan PTM maka murid bisa leluasa bertanya materi yang belum paham sewaktu belajar online.
Dengan PTM kita mudah memberikan sosialisasi yang berhubungan dengan perwalian, sebagai wali kelas. Selama pandemi Covid 19, murid punya nilai, tapi murid tidak dapat ilmu mendidik atau nasihat yang diajarkan saat PTM.
Sewaktu DARING kita juga bisa memberi nasihat kepada murid, tapi itu berbeda dan butuh ilmu IT yang lebih tinggi, seperti memakai video ataupun media yang lain, serta dibutuhkan fokus yang lebih dari guru maupun murid.
Kita jangan terlalu fokus pada pandemi covid 19 dengan tetap menjalankan Prokes (Protokol Kesehatan) tapi harusnya juga menjalankan Prokea (Protokol Keagamaan). Apa itu Prokea? Prokea itu cara kita menghadapi pandemi covid 19 dengan lebih dekat kepada Allah.
InsyaAllah dengan prokes bisa meningkatkan imun, yang terdiri dari:
1. Kurangi bicara yang sia-sia dan tidak memberi manfaat, sewaktu PTM.
2.Menjaga kebersihan dengan berwudu 5X sehari jadi salah satu cara efektif untuk mencegah virus di tubuh kita.
3. Kita harus menjaga jarak pergaulan antara lawan jenis, agar tidak terjadi fitnah dan maksiat. Bukankah pacaran dan perzinaan itu dimulai dari pergaulan bebas yang tanpa jarak antara pria dan wanita.
4. Perbanyak muhasabah, muhasabah adalah evaluasi terhadap diri sendiri agar lebih baik, dengan mengacu kepada Alquran dan Hadist Nabi sebagai dasar penilaian, bukan berdasarkan keinginan diri sendiri.
5. Mengurangi mobilitas adalah kurangi urusan dunia dan tambah urusan akhirat. Atau kurangi cinta dunia dan tambah cinta akhirat.
Dan jangan lupakan juga untuk tetap menjaga bahkan meningkatkan adab antara murid dengan guru, murid dengan orang tua, guru dengan guru, guru dengan kasek dan orang tua dengan guru/kasek agar PTM berjalan semakin lancar, berkah dan diridhoi oleh Allah, Aamiin.Jayalah Indonesiaku. (*)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















