BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Mural yang berisikan kritik sosial terhadap kebijakan pemerintah muncul tak hanya di Kota Bogor. Nada kritikan melalui seni itu kini menjamur hingga keplosok daerah perbatasan.

Pantauan bogor-today.com, Kamis (3/9/2021) mural tersebut terpampang di jalan raya Jasinga – Tenjo atau tepatnya berada di antara perbatasan Desa Pamegarsari dan Desa Setu, Kecamatan Jasinga yang merupakan perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Baca Juga :  Viral Sekelompok Pelajar Berlarian di Jalan Soleh Iskandar Sambil Menyanyikan Lagu 'Happy Birthday'

Mural tersebut berisikan nada keritikan seperti “angka covid naik tinggi, beras tak terbeli, lapar boleh yang terpenting prokes, serta kata-kata wani ngahapus, tv dina beuteung (berani menghapus, televisi ada di perut) hingga jasinga keras.

Hafid (33) salah satu warga Desa Pangaur yang kerap melintas di jalan tersebut menuturkan bahwa dia sangat mengapresiasi kreatifitas seniman yang membuat mural tersebut.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Al-Alawiyah Dapat Bantuan Pemasangan Pipa Air dari Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor

Pasalnya mural yang secara tidak langsung berisikan keritikan itu dinilai mampu mewakili perasaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah terkait pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.

“Keren sih, muralnya pas bisa mewakili pemikiran dan perasaan masyarakat, dan saya sangat mengapresiasi orang-orang yang berani mengkritik lewat gambar seperti ini,” tuturnya. (Didin/CR).