

Wawan yang mengetahui potensi Ayat yang selalu meraih medali emas dalam dua gelaran PON sebelumnya, meminta Ayat untuk tetap berlaga di Bumi Cenderawasih.
Untuk menenangkan pikiran Ayat, Wawan dan istrinya pun bersedia menanggung seluruh biaya perawatan putra kedua ayat di rumah sakit itu.
“Setiap mau bertanding dia selalu telepon saya menanyakan kabar anaknya tapi kadang menanyakan soal biaya juga. Tapi saya selalu tenangkan dia bahwa semua sudah ditanggung,” kata Wawan.
Ayat pun sukses meraih medali emas pertama bagi Kontingen Jawa Barat dari nomor ketepatan mendarat perorangan. Hasil apik ini berlanjut pada nomor ketepatan mendarat beregua bersama Riko Bahiudin Saputra.
Sementara medali emas ketiga dari cabang olahraga gantole, kembali diraih Ayat dari nomor RTG. Ayat pun mendedikasikan emas ketiga itu untuk anaknya yang baru lahir.
“Jadi sebelum final perebutan emas ketiga itu, Ayat telepon saya lagi. Dia bilang kalau anaknya sudah boleh keluar dari rumah sakit, dia dapat kabar dari istrinya di Bogor. Terus dia bilang akan mendapat emas ketiga dan akan didedikasikan untuk anaknya itu dan akhirnya dia dapat. Mungkin keadaan ini yang memberikan spirit lebih untuk Ayat,” pungkasnya. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















