BOGOR-TODAY.COM, JAYAPURA – Seorang atlet tinju asal DKI Jakarta, Jill Mandagie menjadi sasaran amukan massa usai bertarung melawan Lucky Mira A Hari petinju asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa itu pun viral di media sosial.
Berdasarkan keterangan video berdurasi 23 detik yang beredar, peristiwa tersebut terjadi di arena tinju PON Papua, GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Jumat (8/10/2021) kemarin.
Tampak para rombongan diduga panitia pelaksana (panpel) sempat mengejar dan berupaya menyerang Jil Mandagie. Bahkan, aparat kepolisian yang berada di lokasi pertandingan bahkan kewalahan meredam amukan panitia.
Beberapa panitia sempat lolos dari kawalan dan berhasil memukul Jil Mandagie. Sang petinju pun berupaya membalas memukul hingga terjadi baku hantam di luar ring.
Sementara, melansir cnnindonesia.com, Sabtu (9/10/2021) pelatih kepala tinju DKI Jakarta Hugo Goseling menerangkan bahwa Jill tak terima keputusan wasit karena pertandingan kelas 52-56 kilogram putra yang digelar di GOR Cendrawasih, Jayapura, itu dimenangkan atlet NTT Luki Mira Agusto Hari. Lalu, Jil melakukan protes keras.
“Saya akui petinju kami memang protes keras seperti menendang baliho, tapi sebenarnya itu bisa dilerai. Tapi panpel malah memukul atlet. Itu tidak boleh. Sudah mengarah ke tindak kriminal,” jelas Hugo.
Atas kejadian itu, keributan lalu dimediasi dengan menghidarkan Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Kabid Propam Kombes F. Sanches Napitupulu serta perwakilan kontingen DKI Jakarta Viktor Petroes Wangelaha dan perwakilan relawan PON XX Papua Bobirus Yikwa.
Perwakilan relawan PON XX Papua Bobirus Yikwa meminta maaf atas keributan tersebut. Dia mengatakan pihaknya menyesal dan meminta maaf. “Karena ini muncul sesaat, dan kami menyesal atas peristiwa tersebut. Kami telah sepakat berdamai dengan kontingen dari DKI Jakarta dan saling memaafkan,” kata Bobirus.
Perwakilan KONI kontingen DKI Jakarta Viktor Petroes Wangelaha pun meminta maaf atas kericuhan yang sempat terjadi. Dia menegaskan keributan itu merupakan kesalahpahaman.
“Saya mewakili kontingen tinju dari Provinsi DKI Jakarta, meminta maaf atas kekhilafan, sehingga terjadi insiden kesalahpahaman di GOR Cendrawasih Kota Jayapura,” ucapnya. (net)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















