
BOGOR-TODAY.COM BOGOR – 37 KK (Kepala Keluarga) di Kampung Babakan Tajur RT 01/010, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor terpaksa diungsikan lantaran adanya terjadi pergerakan tanah, Sabtu (30/10/2021).
Tak hanya itu, peristiwa itu membuat 17 rumah warga rusak ringan dan 13 rumah lainnya rusak berat.
Ketua Karang Taruna Desa Harkatjaya, Nurdin menyebut kejadian itu dipicu hujan deras yang mengguyur Bogor dan sekitarnya sejak sore hingga malam hari.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil saja, dan keadaan pun saat ini kondusif.” Ujar Nurdin.
Sementara, berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan bahwa terdapat beberapa jalur yang rentan terhadap pergerakan tanah. Di antaranya Jalur jalan Cigudeg – Sukajaya. Desa Harkat Jaya yang meliputi Jalur Jalan Harkat Jaya–Urug dan Kampung Sinar Harapan, jalur Jalan Sukajaya–Pasir Madang yang meliputi wilayah Desa Sukajaya, Sipayung, Jayaraharja, Sukamulih, Pasir Madang dan Desa Pasir Madang.
“Artinya daerah ini memiliki potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi pergerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali,” kata Kepala PVMBG, Kasbani, dikutip bogor-today.com dari beritasatu.com.
Kasbani memaparkan pergerakan tanah disebabkan karena adanya interaksi kondisi geologi oleh curah hujan.
Pertama, sambung Kasbani tanah pelapukan yang bersifat sarang dan mudah meloloskan air. Longsoran terjadi pada Batuan Gunungapi Endut (Qpv), tuf dan breksi terdiri dari tuf batuapung, breksi tufan, batupasir tuf, lempung tufan dan batupasir berlapis silang(Tmtb), batuan gunungapi yang tak terpisahkan terdiri dari breksi dan aliran lava (Qvu), Tuf batuapung pasiran (Qvst).
Kedua, bidang lemah berupa kontak antara tanah pelapukan batuan yang lebih segar sebagai bidang gelincir. Ketiga, kelerengan yang curam, bahkan beberapa tempat hampir tegak.
Keempat, di beberapa tempat terlihat kontak endapan gunungapi dengan batulempung (formasi Bojongmanik) dengan bidang perlapisan yang searah dengan kemiringan ke arah sungai. Longsor di Harkat Jaya, Sipayung, Jayaraharja, Sukamulih, Pasirmadang masuk ke dalam DAS Sungai Cidurian sehingga dampaknya banjir membawa material longsor dan batu di sepanjang Sungai Cidurian dan melanda pemukiman di kanan kiri Sungai Cidurian dan terakhir, curah hujan 301.6 milimeter dalam satu hari sebagai pemicu. (Didin/CR)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















